Competitions
Achraf Hakimi, bek kanan asal Maroko, menunjukkan keyakinan tinggi untuk meraih penghargaan Ballon d'Or 2025 setelah musim yang luar biasa bersama Paris Saint-Germain (PSG).
Achraf Hakimi, bek Paris Saint-Germain (PSG) berusia 26 tahun, secara terbuka menyatakan keyakinannya untuk memenangkan Ballon d'Or 2025. Ia percaya bahwa performanya pada musim lalu pantas diakui dengan penghargaan individu paling bergengsi ini.
Hakimi menilai musim ini sebagai periode terbaik dalam perjalanan kariernya yang gemilang. "Saya pikir saya juga pantas mendapatkannya setelah musim bersejarah yang saya jalani," kata bek PSG tersebut dengan penuh keyakinan.
Namun, keyakinan Hakimi ini berasal dari kontribusi signifikan yang diberikannya, terutama dengan mencetak gol di perempat final, semifinal, dan final Liga Champions.
Meskipun berposisi sebagai bek, ia merasa pencapaiannya melampaui ekspektasi normal untuk perannya. "Jika seorang bek bisa mencapai semua itu, dia layak memenangkan Ballon d'Or, bahkan di depan seorang striker," ujarnya. Pernyataan Hakimi telah menimbulkan diskusi di kalangan internal PSG dan memicu reaksi dari kubu Ousmane Dembele.
Pada musim 2024-2025, Achraf Hakimi menunjukkan statistik ofensif yang luar biasa untuk seorang bek, dengan mencetak 11 gol dan mencatatkan 16 assist dalam 55 penampilan di semua kompetisi. Angka ini adalah pencapaian langka bagi seorang pemain bertahan, yang biasanya lebih dikenal dengan kontribusi defensifnya.
Hakimi juga berkontribusi pada raihan empat trofi PSG, termasuk gelar Liga Champions UEFA pertama mereka.Dalam Liga 1, Hakimi mencatatkan 4 gol dan 8 assist dalam 25 penampilan, sementara di Liga Champions UEFA, ia menyumbangkan 4 gol dan 5 assist dari 17 pertandingan.
Selain itu, ia juga mencetak 1 gol dan 1 assist di Coupe de France dalam 5 penampilan. Penampilannya yang produktif ini membuatnya menjadi bagian penting dari lini belakang Luis Enrique. Hakimi mengakui bahwa banyak orang sering salah mengira dirinya sebagai penyerang atau gelandang karena kontribusi ofensifnya yang tinggi.
Pernyataan Achraf Hakimi kepada Canal+ mengenai kelayakannya meraih Ballon d'Or 2025 telah menimbulkan ketegangan internal di Paris Saint-Germain (PSG). L'Equipe melaporkan bahwa PSG mencoba mencegah Canal+ mempublikasikan bagian wawancara Hakimi yang membahas Ballon d'Or untuk menghindari kontroversi, namun permintaan tersebut ditolak.
Hal ini memicu kekhawatiran akan perpecahan di ruang ganti, terutama karena beberapa bintang tim juga memperebutkan penghargaan individu prestisius ini. Kubu Ousmane Dembele, yang juga merupakan kandidat kuat untuk Ballon d'Or dan mendapat dukungan publik dari PSG, menyatakan terkejut dengan kampanye publik Hakimi.
Meskipun demikian, perwakilan Dembele segera meredakan potensi polemik, menyatakan bahwa Dembele sepenuhnya fokus pada awal musim dan tidak ingin terlibat dalam kontroversi. Mereka menekankan pentingnya tim dan menghargai dukungan dari rekan-rekan setim.