Competitions
Pertandingan antara Tottenham Hotspur vs Copenhagen di ajang Liga Champions berlangsung luar biasa bagi tuan rumah. Spurs menang telak 4-0 di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (5/11/2025) dini hari WIB. Namun, momen paling berkesan bukan hanya skor besar, melainkan aksi solo run memukau dari Micky van de Ven.
Bek asal Belanda berusia 24 tahun itu mencetak gol ketiga Spurs dengan cara yang sangat menakjubkan. Ia menggiring bola dari wilayah pertahanan sendiri, melewati empat pemain lawan, lalu menaklukkan kiper dengan penyelesaian tenang. Aksi ini seakan mengingatkan para penonton pada gaya Lionel Messi di masa jayanya.
Gol tersebut membuat suasana stadion bergemuruh. Para pendukung Spurs tak percaya bahwa gol seperti itu lahir dari seorang pemain bertahan. Van de Ven pun menjadi bintang utama malam itu meski Tottenham sempat kehilangan satu pemain akibat kartu merah.
Tottenham sempat dalam tekanan ketika Brennan Johnson diganjar kartu merah pada menit ke-57 karena pelanggaran keras terhadap Marcos Lopez. Saat itu skor masih 2-0, dan ada kekhawatiran Copenhagen bisa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Namun justru setelah itu, Spurs menunjukkan mental baja mereka. Van de Ven mencetak gol ketiga yang membangkitkan semangat tim dan menutup kemungkinan kebangkitan lawan. Gol keempat kemudian menyusul, memastikan kemenangan telak 4-0 bagi The Lilywhites.
Kemenangan ini bukan hanya menegaskan kekuatan Spurs di fase grup, tetapi juga menunjukkan karakter tangguh tim asuhan Thomas Frank, yang tetap dominan meski kekurangan pemain.
Manajer Tottenham, Thomas Frank, tak mampu menyembunyikan kekagumannya terhadap aksi luar biasa anak asuhnya itu. Dalam wawancaranya dengan TNT Sport, Frank menyebut gol Van de Ven sebagai salah satu yang terbaik musim ini.
"Itu bisa jadi gol terbaik tahun ini. Rasanya seperti melihat Messi, tapi kali ini dalam wujud seorang bek tengah," ujar Frank sambil tersenyum. Pernyataan itu menggambarkan betapa istimewanya momen tersebut bagi seluruh tim.
Frank menambahkan bahwa Van de Ven bukan hanya cepat, tetapi juga memiliki teknik dan keberanian luar biasa untuk maju dari lini belakang. Ia memuji disiplin dan determinasi sang bek yang selalu siap membantu serangan tanpa mengabaikan tugas utamanya.
Van de Ven membuktikan bahwa pemain bertahan masa kini bukan hanya tentang bertahan. Ia memiliki atribut lengkap: kecepatan, kekuatan, serta kemampuan menggiring bola yang membuatnya berbahaya saat ikut menyerang.
Musim ini, Van de Ven sudah mencatat enam gol dari 15 pertandingan di semua kompetisi bersama Tottenham. Statistik tersebut membuatnya menjadi salah satu bek paling produktif di Eropa saat ini.
Dengan kemampuan seperti itu, Van de Ven mulai dianggap sebagai contoh ideal bek modern dan kuat dalam bertahan, namun juga tajam dan percaya diri ketika mengontrol bola di area lawan.
Gol solo run Van de Ven langsung viral di media sosial dan menjadi bahan perbincangan pecinta sepak bola di seluruh dunia. Banyak yang menyebut aksinya sebagai "Messi moment" versi Tottenham karena keindahan dan keberanian yang ia tunjukkan.
Selain menjadi sorotan global, gol itu juga meningkatkan kepercayaan diri Spurs menjelang laga berikutnya di Liga Champions. Tim kini berada di jalur yang tepat menuju babak gugur.
Aksi Van de Ven menjadi bukti bahwa keajaiban bisa datang dari siapa saja di lapangan, bahkan dari seorang bek tengah yang malam itu tampil layaknya sang maestro, Lionel Messi.
Ingin update berita bola paling seru dan cepat? Cek sekarang dengan ShotsGoal untuk semua kabar dunia sepak bola!