Competitions
Liverpool harus menelan pil pahit dalam laga uji coba pramusim mereka melawan AC Milan yang digelar di Kai Tak Sports Park, Sabtu (26/7/2025).
Kekalahan dengan skor mencolok 2-4 tersebut menjadi sorotan utama, terutama karena buruknya koordinasi dan soliditas lini belakang The Reds.
Pertandingan ini sekaligus menjadi ujian pertama yang serius bagi manajer anyar Arne Slot, yang mulai mendapat tekanan dari media dan pendukung atas performa defensif timnya.
Virgil van Dijk dan Ryan Gravenberch dipercaya sebagai starter di jantung pertahanan, namun kombinasi keduanya terlihat rapuh menghadapi kecepatan dan pergerakan striker-striker Milan.
Joe Gomez yang seharusnya mengisi peran penting dalam formasi ini justru harus meninggalkan lapangan lebih awal karena cedera, memperparah kondisi pertahanan Liverpool.
Dengan kebobolan empat gol dalam satu pertandingan, tanda tanya besar kini mengarah pada strategi defensif yang diterapkan Slot di masa pramusim ini.
Kehilangan Jarell Quansah yang resmi bergabung dengan Bayer Leverkusen membuat krisis bek tengah di Liverpool semakin nyata. Kini, The Reds hanya memiliki dua opsi utama yang fit di posisi tersebut Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate.
Ketika salah satu dari keduanya absen, Slot terpaksa mencari solusi alternatif yang tidak ideal, seperti memainkan Ryan Gravenberch yang notabene seorang gelandang.
Gravenberch memang menunjukkan fleksibilitas saat melawan Milan, namun penampilannya tetap mengindikasikan bahwa ia bukan solusi jangka panjang di posisi tersebut. Situasi ini diperparah oleh kondisi fisik Joe Gomez yang belum sepenuhnya pulih.
Slot juga menyebut bahwa Wataru Endo bisa menjadi opsi cadangan jika dibutuhkan, namun pendekatan ini dinilai terlalu riskan untuk menghadapi padatnya jadwal kompetisi Premier League dan Liga Champions di musim mendatang.
Usai pertandingan, Arne Slot menampilkan sikap tenang saat menjawab kritik yang diarahkan padanya terkait kebutuhan akan tambahan pemain bertahan.
Dalam sesi konferensi pers, ia bahkan bercanda dengan menyebut, "Saya melihat ke sebelah kiri saya dan saya kira kami tidak perlu khawatir soal bek tengah," sambil menunjuk ke arah Van Dijk.
Meski ucapannya bersifat ringan, banyak yang menilai komentar itu tidak cukup meyakinkan di tengah masalah yang nyata.
Slot juga memberikan apresiasi kepada Gravenberch atas usahanya mengisi posisi yang bukan spesialisasinya. Ia menyebut bahwa Gravenberch bermain cukup baik, meski menegaskan preferensinya tetap memainkannya sebagai gelandang.
Namun, ia tidak menampik bahwa kepergian Quansah meninggalkan lubang yang belum tertutup. "Benar bahwa Jarell pergi dan kami belum mendatangkan penggantinya. Tapi kami masih punya opsi lain," ujarnya dengan nada optimis.
Kekalahan dari AC Milan sejatinya lebih dari sekadar hasil uji coba; ia merupakan cermin atas kelemahan struktural yang belum ditangani.
Meski pramusim masih berlangsung, waktu semakin menipis bagi Liverpool untuk memperkuat komposisi skuad, terutama di lini belakang.
Dengan risiko cedera, akumulasi kartu, dan rotasi pemain, keandalan Van Dijk dan Konate saja tidak cukup untuk menjamin kestabilan pertahanan.
Manajemen Liverpool harus segera mengambil langkah proaktif. Kegagalan menambah bek tengah berkualitas dapat membuat tim rentan terhadap kejutan, baik di liga domestik maupun Eropa. Meski Slot terlihat kalem dalam merespons tekanan, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pertahanan Liverpool membutuhkan penyegaran dan penguatan.
Ikuti terus perkembangan terbaru seputar transfer, analisis pertandingan, dan update tim favorit Anda hanya di ShotsGoal. Tetap terhubung dengan dunia sepak bola melalui informasi yang tajam dan terpercaya!