Competitions
Ange Postecoglou datang ke Nottingham Forest pada awal September 2025 dengan harapan besar. Setelah sukses bersama Tottenham Hotspur dan sempat dikaitkan dengan sejumlah klub besar, kehadirannya di City Ground dianggap bisa membawa perubahan positif. Ia dipercaya membawa semangat baru serta filosofi permainan menyerang yang sempat membuat Spurs disegani di Premier League.
Namun, realitas tidak berjalan seperti yang diharapkan. Dalam waktu singkat, hasil buruk terus membayangi perjalanan Nottingham Forest. Para pemain tampak kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain cepat dan terbuka yang diterapkan oleh Postecoglou. Inkonsistensi penampilan membuat tim kehilangan kepercayaan diri di lapangan. Akhirnya, setelah 39 hari, Postecoglou resmi dipecat oleh Nottingham Forest.
Selama 39 hari masa kepemimpinannya, Postecoglou gagal mempersembahkan satu pun kemenangan. Dari delapan pertandingan di semua ajang, Nottingham Forest hanya mencatat dua hasil imbang dan menelan enam kekalahan. Catatan buruk itu membuat posisi sang pelatih semakin sulit dipertahankan.
Dalam lima laga Premier League, Nottingham Forest hanya mampu meraih satu poin. Kekalahan terakhir 0-3 dari Chelsea menjadi puncak kekecewaan yang membuat kesabaran manajemen habis. Kekalahan tersebut memperpanjang rentetan hasil buruk dan memperlihatkan bahwa tim semakin kehilangan arah permainan.
Kini, Nottingham Forest terdampar di peringkat ke-17 klasemen sementara Premier League dengan hanya lima poin, hanya satu angka di atas zona degradasi. Situasi genting itu membuat keputusan pemecatan tak bisa dihindari lagi.
Beberapa jam setelah kekalahan dari Chelsea, Nottingham Forest secara resmi mengumumkan pemecatan Postecoglou. Dalam pernyataan singkat di laman resmi klub, Nottingham Forest menyebut keputusan itu diambil karena serangkaian hasil dan performa yang mengecewakan. Mereka juga menegaskan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut terkait hal tersebut.
Pemecatan ini menjadi pukulan telak bagi Postecoglou, yang hanya sempat memimpin tim selama 39 hari. Durasi tersebut menjadikannya salah satu pelatih dengan masa jabatan tersingkat dalam sejarah Premier League. Meski belum ada pernyataan langsung dari sang pelatih, banyak pihak menilai bahwa ia menjadi korban dari ekspektasi tinggi dan waktu adaptasi yang terlalu singkat.
Dengan pemecatan Postecoglou, Nottingham Forest kini harus kembali mencari pelatih baru untuk ketiga kalinya dalam satu musim. Sebelumnya, Nuno Espirito Santo lebih dulu dipecat setelah hanya tiga pertandingan awal. Kondisi ini menunjukkan betapa tidak stabilnya manajemen klub dalam menentukan arah tim.
Mereka kini berada dalam situasi genting, dengan musim yang masih panjang dan posisi di klasemen yang belum aman. Kandidat pengganti mulai disebut-sebut, namun Nottingham Forest tampaknya tak ingin tergesa-gesa kali ini.
Keputusan selanjutnya akan sangat menentukan nasib Nottingham Forest di Premier League musim ini, apakah mampu bangkit dari keterpurukan atau justru semakin terpuruk di papan bawah. Simak terus kelanjutan berita ini secara lengkap hanya di ShotsGoal!