Competitions
Karier Ansu Fati di Monaco dimulai dengan penuh harapan setelah masa depannya di Barcelona tidak jelas. Monaco meminjamnya pada musim panas lalu dan menyertakan opsi pembelian permanen jika performanya memuaskan. Pada momen itu, banyak pihak percaya bahwa hijrahnya Fati ke Prancis dapat menjadi titik balik bagi kariernya.
Harapan tersebut seolah langsung terwujud ketika Fati menjalani debutnya. Dalam tiga pertandingan pertamanya, ia tidak pernah absen mencetak gol. Total empat gol berhasil dicatatkan dalam rentang singkat tersebut, membuat publik Monaco optimistis bahwa sang pemain akan menjadi pilar baru di lini depan.
Rentetan gol itu termasuk torehan ke gawang Club Brugge, Metz, dan Lorient, hingga penampilannya yang cukup baik saat Monaco bermain imbang 2-2 melawan Manchester City. Meski gagal mencetak gol dalam laga tersebut, performanya masih dianggap menjanjikan dan stabil.
Setelah mencetak dua gol ke gawang Nice dalam laga yang berakhir 2-2, Fati justru mengalami penurunan tajam. Itu menjadi gol terakhirnya sejauh ini, dan setelahnya ia tidak lagi mencatat gol maupun assist. Perubahan ini cukup mengejutkan mengingat sebelumnya ia mencetak enam gol hanya dalam lima laga.
Dalam enam pertandingan berikutnya, Fati tak lagi memberi kontribusi langsung bagi tim. Pergerakannya tampak kurang efektif, sementara kepercayaan diri yang sebelumnya terpancar mulai meredup. Situasi ini menjadi tanda bahwa ada masalah yang lebih dalam dari sekadar penurunan form sementara.
Penurunan performa tersebut juga berdampak pada posisinya di skuad. Dari pemain yang selalu diandalkan, Fati perlahan mulai tersingkir. Ini menjadi ironi bagi pemain yang sebelumnya tampil begitu meyakinkan di awal kedatangannya.
Salah satu momen krusial terjadi ketika Monaco memutuskan memecat Adi Hutter pada 9 Oktober 2025. Dua hari kemudian, Sebastien Pocognoli diangkat sebagai pelatih baru. Sejak perubahan itu, Fati belum pernah mencetak gol lagi sejak laga melawan Nice pada 5 Oktober.
Dugaan kuat menyebutkan bahwa taktik Pocognoli tidak sesuai dengan karakter permainan Fati. Perubahan pola bermain membuat peran Fati berkurang, dan kondisi tersebut menjatuhkan performanya secara signifikan. Hal ini juga membuat sang pelatih baru kehilangan kepercayaan terhadapnya.
Dalam tiga laga awal Pocognoli, Fati masih mendapat total 200 menit bermain. Namun dalam tiga laga berikutnya, ia hanya dimainkan 55 menit. Minimnya kesempatan ini mempertegas bahwa ia mulai "menghilang" dari rencana sang pelatih.
Situasi terbaru ini membuat Barcelona ikut cemas. Menurut Marca, klub Catalan itu khawatir Monaco tidak jadi mengaktifkan opsi pembelian permanen jika Fati terus tampil di bawah standar. Padahal keputusan meminjamkan Fati awalnya dimaksudkan untuk memberi ruang bagi pemulihan kariernya.
Barcelona tentu menginginkan Fati kembali menemukan performa terbaiknya agar nilai dan prospeknya tidak jatuh. Jika Monaco enggan menebusnya, masa depan Fati kembali berada dalam ketidakpastian. Ini menjadi beban tambahan bagi pemain yang sedang berusaha bangkit.
Kini, masa depan Fati bergantung pada kemampuan dirinya untuk kembali bersinar di sisa musim. Jika tidak, perjalanan singkatnya di Monaco mungkin akan berakhir tanpa hasil yang diharapkan. Nantikan terus, gosip para pemain, dan berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!