Competitions
Arsenal datang ke markas Sunderland dengan modal luar biasa, 10 kemenangan beruntun dan delapan tidak kebobolan di semua kompetisi. Tim asuhan Mikel Arteta tampak berada dalam performa terbaik, baik dari segi serangan maupun pertahanan. Namun, semua kebahagiaan itu mendadak sirna setelah menghadapi mantan pemain mereka sendiri.
Pertandingan yang berlangsung di Stadium of Light, Minggu (9/11/2025) dini hari WIB, berakhir dengan skor 2-2. Arsenal yang difavoritkan menang justru tertinggal lebih dulu lewat gol Daniel Ballard di babak pertama. Gol tersebut bukan hanya membuka keunggulan Sunderland, tetapi juga mengakhiri catatan impresif Arsenal yang sebelumnya mencatat delapan laga tanpa kebobolan.
Meski sempat bangkit dan berbalik unggul lewat gol Bukayo Saka dan Leandro Trossard di babak kedua, Arsenal gagal menjaga keunggulan. Hasil imbang ini menjadi tamparan bagi tim London Utara yang berambisi menjaga momentum di papan atas Liga Inggris.
Momen paling menyakitkan bagi Arsenal terjadi di menit-menit akhir pertandingan. Ketika kemenangan sudah di depan mata, Brian Brobbey berhasil menyamakan kedudukan untuk Sunderland di masa injury time. Gol penyeimbang itu tercipta berkat assist brilian dari Daniel Ballard, bek yang notabene merupakan jebolan akademi Arsenal.
Nama Ballard memang tidak banyak dibicarakan sebelum laga. Fokus publik justru tertuju pada Granit Xhaka yang juga merupakan mantan kapten Arsenal. Namun, justru Ballard-lah yang mencuri perhatian lewat performa solid di lini belakang dan kontribusinya yang menentukan hasil akhir.
Dengan satu gol dan satu assist, Ballard seolah menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki ikatan emosional namun juga profesionalisme tinggi. Bagi Arsenal, hasil imbang ini terasa seperti kekalahan setelah mendominasi sebagian besar pertandingan.
Daniel Ballard menghabiskan lebih dari satu dekade bersama akademi Arsenal. Ia berkembang di London Utara sejak usia belasan tahun dan sempat menjadi salah satu prospek muda paling menjanjikan. Namun, minimnya kesempatan bermain di tim utama membuat kariernya berlanjut ke beberapa klub pinjaman seperti Swindon Town, Blackpool, dan Millwall.
Pada tahun 2022, Arsenal akhirnya melepas Ballard secara permanen ke Sunderland. Di klub barunya itu, ia berkembang menjadi bek tangguh dan pemimpin di lini belakang. Musim ini menjadi tahun keempatnya bersama Sunderland, sekaligus kali pertama ia menghadapi mantan klub yang membesarkannya.
Selepas laga, Ballard tak bisa menyembunyikan perasaannya. "Saya menghabiskan 10-12 tahun di sana; seluruh masa kecil saya bersama Arsenal. Mereka mengajarkan saya segalanya," katanya kepada beIN Sports.
Hasil imbang di markas Sunderland memang mengecewakan, tetapi bukan akhir dari segalanya bagi Arsenal. Mikel Arteta menegaskan bahwa timnya harus segera fokus menghadapi pertandingan berikutnya jika ingin tetap bersaing di jalur juara. Konsentrasi penuh di menit akhir menjadi catatan penting setelah kehilangan poin berharga akibat kelengahan.
Saka dan Trossard tetap menunjukkan performa positif di lini depan, namun lini pertahanan Arsenal perlu lebih solid menghadapi tekanan lawan. Delapan tidak kebobolan sebelumnya, kini menjadi pengingat bahwa konsistensi adalah kunci untuk menjaga posisi di puncak klasemen.
Dengan jadwal padat menjelang akhir tahun, Arsenal dituntut untuk segera bangkit. Kekecewaan dari laga ini bisa menjadi motivasi tambahan agar tim tampil lebih fokus dan disiplin di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Saksikan terus berita dan analisis sepak bola hanya di ShotsGoal, dan Dapatkan update terbaru seputar Premier League setiap harinya!