Competitions
Barcelona sempat terlihat yakin untuk mempermanenkan Marcus Rashford setelah melihat dampaknya sejak kedatangannya. Enam gol dan tujuh asis dari 18 pertandingan membuatnya kembali tampil seperti versi terbaik saat masih menjadi tumpuan Manchester United. Kontribusi tersebut menghadirkan angin segar bagi lini serang Barcelona yang sebelumnya dinilai kurang bervariasi.
Namun, di balik performa yang menjanjikan, Barcelona tetap harus menimbang faktor lain yang jauh lebih kompleks. Keputusan untuk membeli Rashford dengan opsi 26 juta Pound Sterling tidak sesederhana melihat catatan gol dan asis semata. Keuangan klub yang hancur akibat pandemi COVID-19 sekitar lima setengah tahun tersebut masih terasa dampaknya bagi klub Catalan ini.
Masalah utama yang mengganjal Barcelona adalah gaji Rashford yang masih tinggi. Meski telah menerima pemotongan hingga 15%, sang winger tetap mengantongi sekitar 269 ribu Euro per pekan. Angka ini masih terasa berat bagi Barcelona yang sedang berjuang menstabilkan keuangan setelah beberapa tahun krisis.
Selain beban gaji, aspek bermain Rashford juga menjadi perhatian serius. Dalam sistem Hansi Flick, bermain menekan atau pressing adalah elemen penting yang tidak boleh diabaikan. Rashford dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar intensitas yang diharapkan pelatih asal Jerman tersebut.
Hal ini membuat manajemen kembali mempertimbangkan efektivitas investasi jangka panjang. Situasinya semakin rumit karena Barcelona disebut memiliki prioritas lain, yaitu mencari pelapis Raphinha. Kondisi ini membuat kemungkinan membeli Rashford menjadi semakin mengecil.
Jika Barcelona memutuskan mundur, Rashford kemungkinan tidak mudah kembali mendapat tempat di Manchester United. Pelatih baru, Ruben Amorim, dikabarkan tidak memasukkan nama Rashford dalam rencana jangka panjangnya. Artinya, pintu kembali ke Old Trafford tidak sepenuhnya terbuka untuk sang pemain.
Dalam skenario tersebut, United bisa memilih meminjamkan Rashford lagi atau melepasnya secara permanen ke klub lain. Padahal, performa di Barcelona sempat membangkitkan kembali kepercayaan Thomas Tuchel selaku pelatih Inggris, yang menuntut Rashford mempertahankan kontribusi golnya.
Dengan kondisi serba tidak pasti ini, masa depan Rashford bergantung pada langkah Barcelona. Apakah mereka siap berinvestasi untuk winger berbakat ini, atau memilih jalan aman demi menjaga stabilitas finansial klub?
Karier Rashford pun berada dalam posisi yang sangat genting. Masa depannya, baik di Barcelona maupun klub lain, akan bergantung pada keputusan akhir yang diambil dalam beberapa bulan ke depan. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!