Competitions
Cristiano Ronaldo kembali menyampaikan pandangannya yang kontroversial mengenai penghargaan Ballon d'Or. Saat ditanya tentang nominasi Ballon d'Or 2025, bintang Al-Nassr itu menyebut trofi tersebut sebagai fiktif baginya.
Ballon d'Or 2025 telah mengumumkan daftar 30 nominasi, dengan tiga nama yang paling menonjol: Ousmane Dembele, Lamine Yamal, dan Vitinha. Ketiganya dinilai memiliki performa luar biasa sepanjang musim, baik di level klub maupun internasional. Dembele, misalnya, menjadi kunci kesuksesan PSG di Liga Champions, sementara Yamal dan Vitinha menunjukkan konsistensi tinggi di Barcelona dan PSG.
Dembele dianggap sebagai salah satu favorit utama berkat kontribusinya yang signifikan di lini serang PSG. Sementara itu, Yamal, yang masih berusia muda, telah memecahkan berbagai rekor dan menjadi sorotan di La Liga. Vitinha juga tidak kalah mengesankan dengan perannya sebagai pengendali lini tengah PSG yang sangat efektif. Meski ketiganya diunggulkan, persaingan tetap terbuka lebar. Pemain lain seperti Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Erling Haaland juga memiliki peluang besar.
Ronaldo merupakan salah satu pemain tersukses dalam sejarah Ballon d'Or dengan lima trofi, hanya kalah dari Lionel Messi yang mengoleksi delapan penghargaan. Prestasi ini membuktikan dominasinya di dunia sepak bola selama lebih dari satu dekade. Namun, belakangan ia kerap mengkritik kriteria pemenang yang dinilai tidak lagi objektif.
Kapten Portugal ini merasa bahwa penghargaan ini sering kali dipengaruhi oleh faktor non-teknis, seperti popularitas dan narasi media. Ia mencontohkan beberapa pemain yang menurutnya lebih layak menang tetapi justru diabaikan. Kritiknya ini semakin kuat setelah ia sendiri kerap tidak masuk dalam daftar nominasi dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Ballon d'Or tetap menjadi salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia sepak bola. Banyak pemain masih menganggapnya sebagai pencapaian tertinggi dalam karier mereka, meski Ronaldo sendiri sudah tidak lagi memprioritaskannya.
Ke depan, Ballon d'Or perlu menyeimbangkan antara tradisi dan tuntutan modern agar tetap relevan. Jika tidak, kritik seperti yang disampaikan Cristiano Ronaldo mungkin akan semakin sering terdengar, dan penghargaan ini bisa kehilangan kredibilitasnya di mata para pemain dan penggemar sepak bola. Jangan lewatkan berita dan update terbaru seputar sepak bola lainnya di ShotsGoal!