Competitions
Cristiano Ronaldo menuai kritik tajam setelah tidak hadir dalam pemakaman Diogo Jota, rekan setimnya di Timnas Portugal yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil sebulan lalu.
Banyak pihak menilai ketidakhadirannya sebagai bentuk kurangnya empati, terutama karena Ronaldo dilaporkan sedang berlibur di Mallorca bersama keluarga. Diogo Jota merupakan bagian penting dari Timnas Portugal yang baru saja memenangkan UEFA Nations League pada Juni 2025.
Tragisnya, ia meninggal dunia hanya tiga minggu setelah meraih gelar tersebut. Kepergiannya bukan hanya dirasakan oleh keluarga dan klub Liverpool, tetapi juga seluruh anggota skuad Portugal, termasuk pelatih Roberto Martinez yang hadir dalam pemakaman.
Fakta bahwa Ronaldo sebagai kapten tim tidak muncul di pemakaman memicu kekecewaan publik. Banyak yang beranggapan bahwa sebagai pemimpin tim, seharusnya ia menunjukkan solidaritas dengan menghadiri acara penghormatan terakhir bagi Jota.
Pedro Proenca, Presiden Federasi Sepakbola Portugal (FPF), tampil membela Ronaldo atas kritik yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa Ronaldo telah melakukan kontak langsung dengan keluarga Jota untuk menyampaikan belasungkawa.
"Tidak adil jika ada yang mengatakan Cristiano tidak peduli. Sejak awal, dia adalah salah satu orang yang paling dekat dengan keluarga besar tim nasional, termasuk keluarga inti Jota," ujar Proenca. Ia menekankan bahwa ketidakhadiran Ronaldo tidak mencerminkan kurangnya kepedulian.
Proenca juga menyatakan bahwa Ronaldo adalah salah satu yang paling merasakan kehilangan Jota, mengingat keduanya pernah bermain bersama di timnas. "Dia tidak pernah meninggalkan keluarga ini (Timnas Portugal). Ketidakhadirannya di pemakaman tidak mengurangi rasa dukanya," tambahnya.
Keputusan Ronaldo untuk tidak hadir di pemakaman memicu perdebatan sengit di media sosial. Sebagian fans mengkritiknya karena dianggap tidak menunjukkan kepemimpinan, sementara yang lain membela dengan alasan bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi duka.
Beberapa pihak berargumen bahwa sebagai figur publik, Ronaldo seharusnya hadir untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga Jota. Namun, pendukungnya berpendapat bahwa hubungan pribadi antara Ronaldo dan Jota mungkin lebih kompleks daripada yang diketahui publik.
Selain itu, ada juga yang mempertanyakan mengapa media terlalu fokus pada Ronaldo, padahal masih banyak rekan setim Jota lainnya yang juga tidak hadir. Kritik ini menunjukkan bahwa sorotan terhadap Ronaldo sering kali lebih besar karena statusnya sebagai bintang global.
Insiden ini berpotensi memengaruhi citra Ronaldo sebagai kapten Timnas Portugal. Sebagai pemain dengan pengaruh besar, ekspektasi publik terhadapnya selalu tinggi, termasuk dalam hal menunjukkan kepedulian di momen-momen penting seperti ini.
Namun, dukungan resmi dari FPF menunjukkan bahwa posisinya di timnas tidak tergoyahkan. Ronaldo tetap menjadi sosok kunci bagi Portugal, terutama menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kedepan, Ronaldo mungkin perlu lebih memperhatikan aspek simbolis dari perannya sebagai pemimpin tim. Meskipun pembelaan dari FPF meredam kontroversi, insiden ini menjadi pelajaran bahwa figur sebesar Ronaldo selalu berada di bawah pengawasan ketat publik.