Competitions
Sejak mengambil alih posisi manajer Manchester United pada November 2024, "Ruben Amorim" menghadapi inkonsistensi performa yang membuat tim finis di peringkat ke-15, hasil terburuk Setan Merah di era Premier League. Situasi tersebut memaksanya melakukan pembenahan besar pada skuad agar kembali kompetitif.
Pada bursa musim panas sebelumnya, Amorim telah mendatangkan beberapa pemain yang diyakini cocok dengan gaya taktiknya, seperti Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Senne Lammens, yang semuanya tampil cukup menjanjikan.
Kini, dengan bursa transfer Januari semakin dekat, Amorim disebut telah menyusun daftar pemain incarannya untuk memperkuat area yang dianggap paling krusial, yakni lini tengah.
Mirror melaporkan bahwa incaran pertama Ruben Amorim adalah Elliot Anderson, gelandang serbaguna milik Nottingham Forest. Anderson dinilai cocok karena mampu bermain sebagai nomor 6 maupun gelandang serba bisa yang dinamis.
Kemampuan Anderson menjaga tempo permainan serta mobilitasnya di lini tengah dianggap sangat sesuai dengan sistem berbasis penguasaan bola dan pressing tinggi ala Amorim.
Meski begitu, Manchester United harus siap menghadapi tantangan finansial karena Anderson masih terikat kontrak hingga 2029 dan memiliki valuasi yang diperkirakan mencapai 75 juta pound.
Nama berikutnya adalah Carlos Baleba, gelandang muda milik Brighton yang sudah lama dikaitkan dengan Manchester United. Sejak musim panas lalu, minat terhadap Baleba tidak mereda, dan Amorim disebut masih menganggapnya sebagai opsi ideal untuk memperkuat kedalaman skuad.
Baleba dikenal memiliki fisik kuat, kemampuan merebut bola, serta potensi besar sebagai gelandang bertahan modern. Profilnya cocok untuk menambah stabilitas di lini tengah yang selama ini menjadi titik lemah United.
Namun, transfer ini tidak akan mudah. Brighton diketahui mematok harga sangat tinggi, mencapai 100 juta pound, angka yang disebut membuat United ragu untuk bergerak lebih jauh.
Fokus Amorim untuk mendatangkan dua gelandang sekaligus menggambarkan betapa pentingnya sektor tengah dalam rencana taktiknya. United membutuhkan pemain yang mampu bekerja keras, menjaga ritme, dan memfasilitasi transisi cepat antar lini.
Meski target-target tersebut memiliki kualitas tinggi, nilai transfer yang besar bisa menjadi hambatan, terutama setelah pengeluaran signifikan pada musim panas lalu.
Kini, yang menjadi sorotan adalah apakah pihak klub akan memberikan dukungan penuh bagi Amorim untuk mewujudkan visinya? Ikuti terus kabar terbaru seputar sepak bola, dari analisis mendalam, hingga berita eksklusif lainnya hanya di ShotsGoal!