Competitions
Federico Chiesa pernah merasakan pengalaman istimewa bermain bersama Cristiano Ronaldo di Juventus. Pemain asal Italia itu bergabung dengan Bianconeri pada tahun 2020, tepat saat Ronaldo berada di puncak kariernya bersama klub tersebut. Dalam dua musim pertama, keduanya menjadi duet andalan yang membawa Juventus meraih dua trofi domestik, yakni Coppa Italia dan Piala Super Italia.
Kehadiran Ronaldo memberi banyak pelajaran berharga bagi Chiesa, terutama soal etos kerja dan mental juara. Ia mengaku kagum melihat bagaimana CR7 selalu menuntut kesempurnaan, baik dalam latihan maupun pertandingan. Bagi Chiesa, bermain satu tim dengan pemain sekelas Ronaldo merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan.
Namun, setelah Ronaldo kembali ke Manchester United pada musim panas 2021, Chiesa tetap bertahan di Turin untuk beberapa musim sebelum akhirnya hijrah ke Liverpool pada 2024. Meski tak lagi satu tim, hubungan keduanya tetap penuh rasa saling menghormati.
Dalam wawancara bersama Tribuna, Chiesa membuat pernyataan jujur yang cukup mengejutkan. Meski pernah bermain bersama Ronaldo, ia justru mengakui Lionel Messi sebagai pemain terbaik sepanjang masa. "Saya pernah bermain dengan Cristiano Ronaldo, dan itu pengalaman luar biasa. Tapi menurut saya, Leo Messi adalah pemain terhebat dalam sejarah," ujarnya dengan tegas.
Pernyataan ini menambah panjang daftar pemain profesional yang menilai Messi sebagai Greatest of All Time (GOAT). Bagi Chiesa, kehebatan Messi bukan hanya soal statistik atau jumlah gelar, melainkan juga karena gaya bermain dan kreativitas yang sulit ditiru.
Ia menilai Messi mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dengan satu sentuhan bola. "Messi dan Cristiano adalah dua legenda sejati, tapi Messi memiliki sesuatu yang berbeda, seolah permainan berjalan sesuai kehendaknya," tambah Chiesa.
Perdebatan mengenai siapa yang lebih hebat antara Ronaldo dan Messi memang tak pernah berhenti. Baru-baru ini, Ronaldo kembali memanaskan perdebatan itu lewat wawancaranya bersama Piers Morgan, di mana ia menyebut dirinya tetap lebih baik meski Messi sudah memenangkan Piala Dunia bersama Argentina.
Bagi banyak penggemar, argumen keduanya memiliki dasar kuat. Ronaldo dikenal dengan kekuatan fisik, determinasi, dan kemampuan mencetak gol dari berbagai situasi. Sementara Messi unggul dalam visi permainan, teknik, dan konsistensi luar biasa di setiap klub maupun tim nasional.
Chiesa sendiri memilih untuk tidak memperpanjang perdebatan itu. Ia hanya menilai berdasarkan pandangannya sebagai pemain yang pernah melihat keduanya dari dekat, satu sebagai rekan setim, satu lagi sebagai lawan yang sering ia kagumi.
Bagi Chiesa, baik Ronaldo maupun Messi adalah sumber inspirasi besar dalam kariernya. Dari Ronaldo, ia belajar tentang disiplin, kerja keras, dan semangat kompetitif tanpa batas. Dari Messi, ia memahami arti keindahan dalam sepak bola, bagaimana permainan bisa mengalir dengan penuh kreativitas dan ketenangan.
Kini, bersama Liverpool, Chiesa mencoba memadukan dua filosofi itu dalam permainannya. Ia tampil agresif namun tetap elegan, mencoba menjadi pemain yang tak hanya efektif, tetapi juga menyenangkan untuk ditonton.
Meski perdebatan soal GOAT mungkin tidak akan pernah selesai, satu hal yang pasti: bagi Chiesa, bermain di era dua legenda seperti Ronaldo dan Messi adalah sebuah kehormatan besar yang tak ternilai.
Ingin update berita sepak bola paling seru dan cepat? Cek sekarang dengan ShotsGoal, untuk semua kabar dunia terbaru lainnya!