Competitions
FIFA mengambil langkah penting untuk menghadapi cuaca ekstrem yang bisa mengganggu jalannya pertandingan di Piala Dunia 2026. Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengumumkan bahwa turnamen edisi mendatang akan memanfaatkan stadion-stadion tertutup demi kenyamanan dan keselamatan pemain. Langkah ini muncul sebagai respons atas banyaknya keluhan selama Piala Dunia Antarklub musim panas lalu, yang digelar dalam suhu mencapai 35°C.
Infantino menyebut bahwa FIFA terus belajar dari kritik dan pengalaman sebelumnya. Ia bahkan menyinggung Olimpiade Paris 2024 yang menghadapi tantangan serupa. Solusi konkret yang dirancang meliputi pemanfaatan stadion ber-AC serta perubahan jadwal pertandingan, terutama yang digelar di siang hari.
Suhu tinggi yang terjadi saat Piala Dunia Antarklub benar-benar memengaruhi performa dan kondisi fisik para pemain. Enzo Fernandez, gelandang Chelsea, bahkan mengaku mengalami pusing akibat panas yang ia sebut "sangat berbahaya." Situasi ini juga mengundang reaksi dari FIFPRO, organisasi pemain internasional, yang meminta agar pertandingan ditunda demi keselamatan pemain.
Contohnya, semifinal antara Chelsea dan Fluminense berlangsung dalam suhu 35°C, sementara final melawan PSG tetap digelar dalam kondisi panas mencapai 28°C. Infantino memastikan bahwa jeda pendinginan dan stadion tertutup akan menjadi standar baru, meski saat ini hanya empat dari 16 stadion Piala Dunia 2026 yang benar-benar memenuhi standar tersebut.
Perubahan format Piala Dunia Antarklub menjadi 32 tim juga ikut menjadi perdebatan. Banyak pihak menilai bahwa turnamen ini terlalu padat dan memperberat beban pemain, apalagi jeda waktu sebelum musim reguler sangat singkat. Beberapa pemain hanya punya waktu kurang dari sebulan untuk pulih dan kembali bertanding.
Meski begitu, Infantino tetap membela format baru ini. Menurutnya, klub-klub Eropa yang ikut serta merasa senang dan antusias. Bahkan, beberapa klub yang tidak lolos dikabarkan ingin ikut di edisi berikutnya. Namun, absennya tim besar seperti Liverpool dan Barcelona turut menjadi sorotan publik.
FIFA menyatakan terbuka terhadap evaluasi menyeluruh terkait format, jadwal, dan jumlah perwakilan klub per negara. Infantino menegaskan bahwa semua hal masih bisa dibahas, termasuk kemungkinan menambah jumlah tim dari satu negara. Meski demikian, ia tetap yakin bahwa Piala Dunia Antarklub baru ini adalah langkah awal menuju era baru sepak bola klub global.
Dengan Piala Dunia 2026 sebagai tantangan berikutnya, FIFA ingin memastikan bahwa kesehatan dan performa pemain tetap menjadi prioritas. Penggunaan stadion tertutup hanyalah satu bagian dari solusi yang lebih besar, termasuk pengelolaan jadwal yang lebih baik dan dukungan dari semua pihak.
Ikuti terus berita dan update menarik seputar dunia sepak bola hanya di ShotsGoal. Dapatkan informasi terbaru soal turnamen internasional, jadwal, dan analisis langsung dari sumber terpercaya!