Competitions
Penghargaan Ballon d'Or 2025 baru-baru ini dimenangkan oleh Ousmane Dembele dalam seremoni megah di Theatre du Chatelet, Paris. Pemain Paris Saint-Germain ini berhasil mengungguli dua pesaing utamanya, Lamine Yamal dari Barcelona dan Vitinha yang juga dari PSG. Kemenangan Dembele terlihat sangat dominan jika melihat selisih poin yang cukup jauh dengan peringkat kedua.
Sistem pemilihan Ballon d'Or sendiri melibatkan jurnalis-jurnalis dari negara-negara dengan peringkat 100 FIFA ke atas. Setiap jurnalis memberikan poin kepada 10 pemain pilihan mereka, dengan poin tertinggi 15 untuk peringkat pertama, diikuti 12, 10, dan seterusnya hingga 1 poin untuk peringkat kesepuluh. Dembele berhasil mengumpulkan total 1.380 poin, sementara Yamal harus puas di posisi kedua dengan 1.059 poin.
Selisih 321 poin antara Dembele dan Yamal menunjukkan dominasi yang jelas. Fakta yang lebih mencengangkan lagi, 73 dari 100 jurnalis menempatkan Dembele sebagai pilihan utama mereka. Ini membuktikan bahwa performa Dembele selama musim 2024-2025 lalu benar-benar meyakinkan mayoritas juri dari berbagai belahan dunia.
Selain itu, nama Dembele selalu konsisten masuk dalam lima besar di setiap surat suara dari 100 jurnalis tersebut. Konsistensi ini membedakannya dari pesaing-pesaingnya dan membuktikan bahwa tidak ada satupun juri yang meragukan kualitasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini. Prestasi ini cukup langka dalam sejarah Ballon d'Or.
Dominasi Dembele dalam pemungutan suara Ballon d'Or juga terlihat sangat merata di semua benua. Sebanyak 29 jurnalis dari Eropa menempatkannya sebagai pilihan pertama, disusul 14 dari Afrika, 13 dari Amerika Selatan, tujuh dari Timur Tengah, empat dari Asia, empat dari Amerika Utara, dan dua dari Oseania. Penyebaran suara ini menunjukkan pengakuan global terhadap kualitas Dembele.
Meski kalah telak dari Dembele, prestasi Yamal patut diacungi jempol. Pemain muda Barcelona ini berhasil mengumpulkan 1.059 poin dari hanya 11 jurnalis yang menempatkannya sebagai pilihan pertama. Pencapaian ini sangat luar biasa mengingat usianya yang masih sangat muda dan ini adalah kali pertama namanya masuk dalam nominasi Ballon d'Or.
Posisi kedua Yamal juga mengalahkan pemain-pemain top dunia lainnya seperti Vitinha yang berada di peringkat ketiga. Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa Yamal adalah masa depan sepak bola dunia. Di usianya yang masih belia, ia sudah mampu bersaing dengan pemain-pemain papan atas Eropa.
Bagi Barcelona, keberhasilan Yamal masuk tiga besar Ballon d'Or adalah prestasi tersendiri. Ini membuktikan bahwa klub masih mampu menghasilkan pemain-pemain berkualitas dunia meski sedang dalam masa transisi. Yamal menjadi kebanggaan bukan hanya untuk Barcelona, tetapi juga untuk sepak bola Spanyol.
Kemenangan ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi PSG. Klub asal Prancis ini berhasil mencetak dua pemain di tiga besar Ballon d'Or, dengan Dembele sebagai pemenang dan Vitinha di peringkat ketiga. Prestasi ini membuktikan kualitas manajemen PSG dalam merekrut dan mengembangkan pemain-pemain bintang.
Bagi Dembele sendiri, kemenangan ini adalah puncak dari perjalanan karirnya yang penuh liku. Dari pemain muda yang penuh cedera hingga menjadi pemain terbaik dunia, perjalanannya inspiratif bagi banyak pemain muda. Kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa konsistensi dan kerja keras akhirnya akan membuahkan hasil.
Kita tunggu apakah Dembele akan mampu memenangkan Ballon d'Or lagi di masa depan. Ikuti terus kelanjutan beritanya secara lengkap hanya di ShotsGoal!