Competitions
Real Madrid memang gagal menjadi Juara Piala Dunia Antarklub 2025 usai dibantai PSG di Babak Semi-Final. Meski begitu, ada beberapa pemain muda dan wajah baru dalam skuad mereka menunjukkan performa yang menonjol di bawah arahan pelatih Xabi Alonso sepanjang turnamen. Berikut adalah tiga nama yang menurut kami menunjukkan bintangnya bagi Real Madrid.
Gonzalo Garcia tanpa ragu merupakan bintang utama Real Madrid dalam turnamen ini, menunjukkan performa yang luar biasa setiap kali diberi kepercayaan oleh Alonso. Striker berusia 21 tahun ini tampil dalam enam pertandingan dan berhasil mencatat empat gol serta satu asis.
Penampilannya sangat mencolok karena sebelum turnamen, ia hanya bermain enam kali dengan tim utama, namun di bawah Alonso, Garcia menjadi tumpuan baru di lini depan. Garcia menunjukkan gaya bermain yang agresif, pergerakan tanpa bola, dan insting mencetak gol yang membuat pelatih menyamakannya dengan legenda klub, Raul Gonzalez.
Meskipun sempat kecewa karena kekalahan dari PSG, Garcia tetap dianggap sebagai simbol harapan baru di lini serang Madrid. Ia bahkan mulai memberikan tekanan pada posisi striker pelapis yang sebelumnya diproyeksikan untuk Endrick. Para penggemar menganggap penampilan eksplosif Garcia sebagai kejutan besar.
Dean Huijsen, yang didatangkan dari Bournemouth, tampil impresif dan mampu menjawab tantangan meskipun ekspektasinya tidak terlalu tinggi. Bek berusia 20 tahun ini cepat beradaptasi dengan gaya permainan Real Madrid. Media Spanyol seperti Cadena SER memuji Huijsen, bahkan menyebutnya sebagai rekrutan terbaik abad ini di lini belakang.
Huijsen menunjukkan fleksibilitas tinggi, baik saat berpasangan dengan gelandang bertahan seperti Aurelien Tchouameni, bermain dalam formasi tiga bek, maupun saat membangun serangan dari area pertahanan. Sayangnya, Huijsen tidak bisa tampil di laga Semi-Final karena kartu merah yang didapatkannya pada pertandingan sebelumnya, yang menjadi salah satu faktor dibantainya Real Madrid pada laga Semi-Final.
Arda Guler, gelandang asal Turki, yang sempat kesulitan mendapatkan menit bermain di bawah Carlo Ancelotti, menemukan jalannya untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan kehadiran Xabi Alonso. Ia tampil sebagai playmaker yang berbahaya dan penuh visi.
Guler dipercaya tampil sebagai starter dalam enam pertandingan, mencetak satu gol dan menyumbang dua asis. Selama turnamen, Guler menjadi poros kreativitas di lini tengah Real Madrid, sering mengirimkan umpan lambung akurat dan menciptakan peluang dari situasi bola mati.
Alonso menempatkan Guler sebagai gelandang sentral dalam formasi 4-3-3, sebuah peran yang lebih cocok untuk Guler dan membuatnya lebih ekspresif serta terlibat dalam membangun serangan. Performa Guler yang semakin matang menunjukkan bahwa ia akan memegang peran penting di musim 2025-2026 nanti.
Kita akan menunggu performa ketiganya bersama Real Madrid di musim 2025-2026 mendatang. Jangan lewatkan berita dan update terbaru seputar sepak bola lainnya di ShotsGoal!