Competitions
Real Madrid berhasil memenangkan laga El Clasico pekan lalu menghadapi Barcelona. Pada laga panas ini, Real Madrid menundukkan rival abadinya tersebut dengan skor 2-1. Namun, laga ini menyisakan cerita di luar tiga poin yang diraih Real Madrid.
Vinicius Junior, yang tampil gemilang mengacak-acak pertahanan Barcelona, tidak dapat menutupi rasa kecewanya saat ditarik keluar oleh pelatih Xabi Alonso di menit ke-72. Ia terlihat berteriak dan langsung menuju ruang ganti dengan ekspresi marah. Aksinya ini menimbulkan sorotan besar dari media dan publik, mengingat ia adalah salah satu pemain kunci Real Madrid.
Banyak yang menilai sikapnya tidak profesional, terlebih ia tak langsung bergabung di bangku cadangan bersama rekan setim. Namun, Vinicius kembali sebelum pertandingan berakhir dan menunjukkan dukungannya terhadap tim. Setelah pertandingan usai, pemberitaan soal sikapnya terus bergulir. Tekanan publik akhirnya membuat Vinicius mengeluarkan permintaan maaf resmi melalui media sosial, menegaskan bahwa tindakannya lahir dari ambisi besar membantu tim meraih kemenangan.
Dalam pernyataan yang dibagikan melalui platform X (sebelumnya Twitter), Vinicius menegaskan bahwa ia menyesali tindakan emosionalnya. Ia meminta maaf kepada suporter Real Madrid, para pemain, dan pihak klub, juga sang pelatih. Ia mengaku bahwa karakter kompetitifnya terkadang membuat emosi menguasai dirinya.
Pemain sayap asal Brasil itu juga menegaskan kecintaannya pada klub yang telah membesarkan namanya. Ia berjanji akan terus berjuang maksimal demi Real Madrid, seperti yang telah ia lakukan sejak pertama kali bergabung. Bagi Vinicius, seragam putih Real Madrid lebih dari sekadar status pemain top. Itu adalah kebanggaan hidupnya.
Dalam konferensi pers menjelang laga berikutnya, Alonso menegaskan bahwa hubungannya dengan Vinicius tetap baik. Mereka telah berbicara dan masalah dianggap selesai pada hari yang sama saat permintaan maaf disampaikan. Alonso menyebut Vinicius jujur dan berbicara dari hati, sesuatu yang ia hargai sebagai pelatih. Menurutnya, yang terpenting kini adalah fokus bersama dalam tujuan tim. Tidak ada sanksi, tidak ada masalah berkepanjangan semua kembali normal.
Pelatih Real Madrid itu menegaskan seluruh skuad kini berada di perahu yang sama dan mendayung ke arah yang sama. Ia ingin Vinicius tetap menampilkan yang terbaik, tanpa terbebani insiden ini.
Meski sempat muncul spekulasi soal masa depannya setelah kedatangan Kylian Mbappe, Real Madrid tetap menganggap Vinicius sebagai bagian penting dari masa depan klub. Negosiasi kontraknya masih berjalan dan diperkirakan rampung sebelum musim panas. Real Madrid disebut ingin mengamankan jasanya hingga tahun 2030, sementara kontrak saat ini berakhir 2027. Vinicius juga menyatakan cintanya pada Real Madrid tidak akan berubah apa pun yang terjadi.
Dengan hubungan yang kini kembali harmonis, Vinicius Junior dan Real Madrid siap melanjutkan perjalanan menuju lebih banyak kemenangan. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!