Competitions
Kylian Mbappe bersiap menjalani laga emosional saat Real Madrid bertemu Paris Saint-Germain (PSG) di semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA 2025. Ini akan menjadi pertemuan perdana antara Mbappe dan mantan klubnya sejak hengkang secara gratis ke Madrid tahun lalu.
Pertandingan ini pun diprediksi akan menjadi panggung drama, reuni, dan pembuktian. Selama berseragam PSG, Mbappe mencetak sejarah sebagai top skor sepanjang masa klub dengan 256 gol dari 308 laga. Namun, akhir kisahnya bersama Les Parisiens tidak berjalan mulus.
Konflik kontrak dan tuntutan bonus yang belum dibayar membuat hubungan Mbappe dengan manajemen PSG renggang. Bahkan sempat muncul gugatan hukum dan tuduhan pelanggaran moral yang akhirnya dicabut oleh sang pemain.
Di bulan-bulan terakhirnya di Paris, Mbappe kerap menuai kontroversi. Ia dituding menunda perpanjangan kontrak demi bisa hengkang ke Real Madrid secara cuma-cuma. Pelatih Luis Enrique sempat mencoretnya dari tim utama sebelum akhirnya mengizinkan Mbappe kembali bermain.
Meski sempat absen di fase grup Piala Dunia Antarklub karena masalah kesehatan, Mbappe langsung menunjukkan tajinya saat Madrid melawan Borussia Dortmund di perempat final. Gol spektakulernya jadi penentu kemenangan dan bukti bahwa dirinya belum habis. Pelatih Madrid, Xabi Alonso, menyatakan bahwa kondisi Mbappe makin membaik dan siap tampil maksimal saat melawan PSG.
Di sisi lain, PSG datang ke turnamen ini sebagai juara Eropa. Mereka tampil meyakinkan dengan membantai Inter Milan 5-0 di final Liga Champions dan menyingkirkan Bayern Munich 2-0 di perempat final Piala Dunia Antarklub. Kepercayaan diri mereka tengah tinggi, dan laga melawan Madrid dianggap sebagai kesempatan untuk membuktikan kekuatan sebenarnya.
Luis Enrique tidak menampik bahwa duel ini sangat spesial. Selain pernah bermain untuk Madrid, ia kini akan memimpin PSG menghadapi mantan pemain andalannya. Dengan pemain-pemain seperti Dembele dan Kolo Muani di lini depan, serta semangat balas dendam terhadap Mbappe, PSG siap tampil habis-habisan.
Xabi Alonso dikenal fleksibel dalam meracik formasi kadang memakai 4-3-3, kadang 3-5-2 dan itu bisa membuat PSG kesulitan membaca permainan. Keputusan apakah Mbappe akan bermain sejak menit awal atau masuk sebagai supersub bisa jadi faktor penting dalam strategi Madrid.
Sementara PSG punya lini serang cepat dan agresif yang bisa mengeksploitasi celah di pertahanan Madrid. Fisik Mbappe yang belum sepenuhnya pulih bisa jadi celah yang coba dimanfaatkan. Namun, laga ini bukan hanya soal taktik, tapi juga soal emosional dan gengsi.
Apakah Mbappe bisa membuktikan keputusannya meninggalkan PSG adalah langkah tepat? Atau justru PSG yang mampu menunjukkan bahwa mereka tetap bisa bersinar tanpanya? Jawabannya akan tersaji di semifinal yang diprediksi berlangsung panas.
Jangan lewatkan update pertandingan seru ini dan berita-berita olahraga terkini hanya di ShotsGoal. Follow sekarang dan tetap terhubung dengan dunia sepak bola!