Competitions
Lamine Yamal kembali mengalami cedera di area tulang kemaluan. Masalah ini muncul kembali setelah ia bermain selama 90 menit dalam kekalahan Barcelona dari Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions. Kondisi ini memaksa Yamal diperkirakan absen selama dua hingga tiga pekan, yang kemudian menimbulkan konflik dengan Spanyol.
Ketegangan antara manajemen Barcelona dan pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memanas setelah insiden cedera Yamal yang pertama. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, sebelumnya telah menyatakan kekesalannya karena Yamal diberi obat penawar rasa sakit untuk bisa tampil membela Spanyol pada jeda internasional September lalu, meski sudah cedera.
Flick merasa bahwa pemain berusia 18 tahun itu tidak dijaga dengan baik, terlebih Spanyol sudah unggul jauh dalam pertandingan Kualifikasi tersebut. "Itu bukanlah cara merawat pemain. Saya sangat sedih dengan hal ini," ujar Flick. Kritik pedas Flick ini langsung mendapat respons dari de la Fuente.
Dia menyatakan bahwa dirinya terkejut dengan komentar Flick, mengingat pelatih Jerman itu juga pernah melatih tim nasional. "Di sini, kami tidak mengambil risiko nol. Siapa pun yang bergabung, datang dalam keadaan sehat dan bugar untuk bermain," bantah de la Fuente. Polemik ini memperkeruh koordinasi kedua pihak dalam menangani masa pemulihan Yamal.
Insiden terbaru ini semakin memperburuk hubungan karena masalah komunikasi. Yamal diketahui dimasukkan dalam skuad Spanyol untuk pertandingan melawan Georgia dan Bulgaria pada Oktober, padahal Barcelona kemudian mengumumkan cedera sang pemain hanya dalam hitungan jam setelah pengumuman skuad tersebut.
Laporan menyebutkan bahwa Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) merasa dikelabui. Komunikasi terakhir antara klub dan federasi terjadi pada Kamis sore, di mana Barcelona hanya menyebutkan Yamal "sangat lelah dan merasa tidak nyaman" setelah lawan PSG, tetapi tetap direncanakan tampil melawan Sevilla. Tidak disebutkan sama sekali mengenai cedera yang membutuhkan pemulihan selama dua hingga tiga pekan.
Ketiadaan informasi update cedera yang jelas ini membuat de la Fuente tetap memanggil Yamal. Akibatnya, federasi merasa dibutakan oleh laporan medis yang tiba-tiba diterima pada Jumat sore, menimbulkan kesan ketidaktransparanan dari pihak Barcelona.
Absennya Yamal tentu menjadi kerugian besar bagi Barcelona. Pemain muda ini bukan hanya memberikan kualitas individu tetapi juga variasi serangan yang sulit digantikan. Barcelona, yang sedang berusaha menjaga tren positif di La Liga dan Liga Champions, harus segera menemukan formula lain di lini serang.
Dalam menghadapi pertandingan tanpa Yamal, Flick kemungkinan akan menduetkan Marcus Rashford dan Raphinha di kedua sayap untuk mendukung Robert Lewandowski sebagai striker tengah. Formasi ini bukanlah hal yang baru dan pernah dicoba sebelumnya oleh tim.
Selain kedua pemain tersebut, Flick masih memiliki opsi lain seperti Ferran Torres dan Roony Bardghji untuk memperkuat sektor sayap. Keputusan Flick akan sangat krusial untuk memastikan lini serang Barcelona tetap tajam dan produktif menghadapi jadwal padat bulan Oktober ini. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!