Competitions
Lamine Yamal menorehkan momen tak terlupakan dengan mencetak gol perdana menggunakan jersey nomor 10 Barcelona dalam kemenangan 7-3 atas FC Seoul pada laga pramusim di Seoul World Cup Stadium, Kamis (31/7/2025).
Gol tersebut menjadi penggenap mimpi masa kecilnya mengenakan nomor legendaris klub Catalan tersebut. Yamal tampil gemilang dengan mencetak brace, bersama kontribusi dua gol dari Ferran Torres serta satu gol masing-masing oleh Robert Lewandowski, Andreas Christensen, dan Gavi.
Pemain berusia 18 tahun ini resmi mewarisi nomor 10 setelah memperpanjang kontraknya hingga 2031 pada pertengahan Juli 2025. Sebelumnya, nomor tersebut dikenakan Ansu Fati yang kini hengkang ke AS Monaco. Yamal menggantikan peran penting nomor ikonik yang pernah dipakai legenda seperti Lionel Messi, Ronaldinho, dan Romario.
"Merupakan impian masa kecil untuk bermain dengan seragam ini dan mencetak gol menggunakan nomor 10 yang sangat istimewa," ujar Yamal usai pertandingan. Kebahagiaannya semakin lengkap dengan kemenangan tim, meski laga ini hanya bersifat persiapan.
Pencapaian Yamal tidak datang secara instan. Sejak debutnya pada April 2023, pemain berpaspor Spanyol ini telah membuktikan kualitasnya dengan 25 gol dan 34 assist dari 106 penampilan. Performa konsisten inilah yang membuat manajemen Barcelona yakin memberikannya nomor 10, simbol pemain kunci dalam skuad.
Warisan nomor 10 Barcelona memiliki bobot sejarah yang berat. Yamal menyadari tanggung jawab besar yang menyertai nomor tersebut, tetapi ia justru melihatnya sebagai motivasi. "Nomor ini mewakili kepercayaan pelatih dan klub. Saya akan bekerja keras untuk menghormatinya," tambahnya.
Kematangan Yamal juga terlihat dari kemampuannya beradaptasi dalam berbagai posisi, baik sebagai sayap maupun penyerang tengah. Fleksibilitas ini menjadi aset berharga bagi Barcelona menghadapi musim 2025/2026 yang padat kompetisi.
Kemenangan atas FC Seoul bukan sekadar soal gol Yamal, melainkan juga menunjukkan kedalaman skuad Barcelona. Tujuh gol yang dicetak berasal dari lima pemain berbeda, membuktikan bahwa serangan Blaugrana tidak bergantung pada satu bintang saja.
Ferran Torres tampil tajam dengan dua gol, sementara Lewandowski tetap menjadi ancaman di lini depan. Meski kebobolan tiga kali, pertandingan ini memberikan gambaran positif tentang daya saing Barcelona.
Gavi dan Christensen turut mencetak gol, menunjukkan kontribusi dari lini tengah dan belakang. Hasil ini menjadi modal percaya diri sebelum menghadapi tantangan lebih berat di La Liga dan Liga Champions.
Pelatih Hansi Flick tampaknya puas dengan uji coba ini, terutama melihat chemistry antar-pemain yang terus terbangun. Dengan tambahan pemain baru dan kembalinya beberapa pemain cedera, Barcelona berpotensi tampil lebih solid musim depan.
Pencapaian Lamine Yamal dengan nomor 10 menjadi simbol regenerasi Barcelona. Klub berharap ia bisa mengikuti jejak pendahulunya seperti Messi, yang juga memulai karir gemilang di usia muda. Kombinasi bakat, kerja keras, dan mentalitas Yamal menjadi fondasi penting untuk mewujudkan harapan tersebut.
Barcelona sendiri sedang dalam proses membangun tim yang kompetitif di semua lini. Keberhasilan mempertahankan Yamal dengan kontrak jangka panjang adalah langkah strategis, sekaligus sinyal bahwa klub berkomitmen pada proyek pemain muda.
Untuk Yamal, musim ini bisa menjadi titik lompatan menuju level elit. Jika konsisten, ia bukan hanya akan menjadi penerus legenda nomor 10, tetapi juga pemimpin baru Barcelona di era pasca-Messi. Tantangannya kini adalah menjaga performa dan membantu tim meraih trofi.