Competitions
Inter Milan kembali harus menelan pil pahit saat mereka tumbang 1-2 dari Atletico Madrid pada matchday ke-5 Liga Champions. Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan karena Inter sejatinya tampil cukup baik dan sempat berada di jalur untuk membawa pulang satu poin. Namun, gol Jose Gimenez pada menit 90+3 menghancurkan harapan tim, sekaligus memicu ledakan emosi dari Cristian Chivu.
Setelah pertandingan, Cristian Chivu membutuhkan waktu lama sebelum muncul di hadapan media. Rupanya, ada pertemuan mendadak di ruang ganti bersama direktur klub, staf, dan seluruh pemain. Suasana disebut sangat tegang, mencerminkan betapa beratnya beban yang kini dipikul sang pelatih.
Dalam laga tersebut, Inter sebenarnya tampil lebih agresif dengan jumlah tembakan tepat sasaran lebih banyak dibanding Atletico. Namun hasil akhir tetap tidak memihak mereka, sesuatu yang membuat para pemain dan Chivu merasakan kekecewaan mendalam. Pertemuan itu menjadi momen refleksi singkat sebelum Chivu akhirnya keluar untuk memberikan pernyataan resmi.
Di balik pintu ruang ganti itulah, kebiasaan lama Chivu muncul kembali. Ia merokok tiga batang secara berurutan, gestur yang mencerminkan betapa besar tekanan yang ia tanggung malam itu. Aksi spontan tersebut menjadi simbol frustrasi sekaligus gambaran betapa gentingnya situasi Inter saat ini.
Ketika akhirnya Chivu berbicara kepada Amazon Prime Video, ia tidak menutupi apa pun. Dengan nada jujur dan lugas, ia langsung mengakui apa yang dilakukannya seusai pertandingan. "Saya merokok tiga batang rokok berturut-turut dan saya memberi tahu tim apa yang ingin saya katakan," ujarnya tanpa ragu.
Chivu mengaku sangat menyesal karena Inter sebenarnya tidak pantas kalah. Ia melihat para pemainnya bekerja keras dan menunjukkan determinasi tinggi di lapangan. Namun, sebuah kelengahan di menit akhir kembali membuat mereka kehilangan poin. Hal ini menambah daftar kekalahan menyakitkan yang dialami Inter dalam beberapa pekan terakhir.
Meski begitu, Chivu menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit. Ia melihat kepahitan yang mendalam di mata para pemain, tetapi juga semangat untuk memperbaiki keadaan. Menurutnya, hanya reaksi yang tepat dan kerja keras bersama yang bisa membawa Inter keluar dari situasi sulit ini.
Kekalahan dari Atletico menjadi pengingat pahit bagi Inter bahwa dominasi permainan saja tidak cukup tanpa penyelesaian akhir yang efektif. Chivu kini harus membuktikan bahwa ia mampu membawa tim melewati masa sulit ini. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!