Competitions
Manchester United berada dalam situasi sulit dengan Ruben Amorim sebagai pelatih. Hingga pekan keenam Premier League 2025-2026, Manchester United terbenam di peringkat ke-14 dengan hanya tujuh poin. Performa buruk ini mengancam posisi Amorim, yang sebenarnya bukan pilihan Direktur Olahraga Manchester United saat itu, Dan Ashworth.
Menariknya, Ashworth sebenarnya telah menyusun daftar lima kandidat pengganti Erik ten Hag sebelum Amorim ditunjuk. Namun, petinggi klub memilih Amorim, bertentangan dengan rekomendasi Ashworth. Perbedaan visi inilah yang diduga menjadi penyebab Ashworth memutuskan hengkang dari Old Trafford meski belum genap setahun bertugas. Dia hanya bertugas selama lima bulan sebelum mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Kira-kira, siapa saja lima pelatih tersebut?
Eddie Howe menjadi kandidat utama Ashworth karena hubungan kerja mereka yang terbukti sukses sebelumnya di Newcastle United. Duet ini berhasil membawa The Magpies kembali ke Liga Champions dan meraih Piala Carabao setelah puasa gelar 70 tahun. Howe dipandang sebagai pelatih yang bisa membangkitkan klub dari keterpurukan.
Meski mendapat tawaran dari Manchester United, Howe memilih bertahan di Newcastle United. Keputusan ini dinilai tepat mengingat fondasi yang sudah dibangunnya di Tyneside cukup kuat. Para penggemar Newcastle United pun bersyukur pelatih mereka tidak tergiur oleh daya tarik "Enam Besar".
Thomas Frank menjadi kandidat menarik berkat kesuksesannya membangun Brentford. Pelatih asal Denmark ini berhasil membawa The Bees dari kandidat degradasi menjadi tim papan atas dengan pendekatan sepak bola yang unik. Kepergiannya ke Tottenham Hotspur musim ini membuktikan kualitasnya diakui klub besar.
Frank dikenal dengan kemampuannya mengembangkan pemain dan menerapkan taktik efektif dengan anggaran terbatas. Meski sempat diincar Manchester United, ia memilih ke Tottenham Hotspur karena mungkin menganggap proyek Manchester United terlalu besar dan berisiko saat itu.
Marco Silva juga masuk daftar berkat konsistensinya bersama Fulham. Selama empat tahun, pelatih Portugal ini berhasil menstabilkan Fulham di papan tengah klasemen tanpa anggaran besar. Kemampuannya beradaptasi dengan sumber daya terbatas sangat dihargai Ashworth.
Sayangnya, Silva juga tidak tertarik dengan proyek yang ditawarkan Manchester United kala itu. Kini, Silva membuat Fulham menjadi salah satu klub papan tengah yang disegani di Premier League.
Graham Potter sempat dipertimbangkan Ashworth meski reputasinya menurun setelah gagal di Chelsea. Hubungan kerja mereka sebelumnya di Brighton menjadi pertimbangan utama.
Namun, kinerja Potter yang biasa-biasa saja di West Ham United membuat penggemar Manchester United justru lega Amorim yang dipilih. Bahkan, Potter kini sudah dipecat oleh West Ham United, sehingga memilih Amorim dibandingkan Potter adalah keputusan yang tepat.
Nama terakhir yang dipertimbangkan Ashworth adalah Gareth Southgate. Southgate sendiri menjadi opsi karena pernah bekerja sama dengan Ashworth saat Southgate melatih tim nasional Inggris.
Southgate kini masih menganggur sejak meninggalkan Three Lions setelah Euro 2024. Meski bukan pelatih klub, pengalamannya membawa Inggris ke Final Euro 2020 dan 2024 dianggap sebagai nilai plus.
Dengan situasi Ruben Amorim yang semakin terjepit, tidak menutup kemungkinan Manchester United akan kembali mempertimbangkan nama-nama yang dulu diusulkan Dan Ashworth. Keputusan yang diambil beberapa bulan lalu ternyata membawa konsekuensi serius bagi masa depan Setan Merah. Ikuti terus kelanjutan berita ini secara lengkap hanya di ShotsGoal!