Competitions
Lionel Messi kembali meraih penghargaan individu. Kali ini, pemain asal Argentina itu meraih Sepatu Emas MLS 2025 usai menyelesaikan musim reguler MLS 2025 dengan torehan 29 gol untuk Inter Miami. Capaian ini menempatkannya di atas dua pesaing terdekat, Sam Surridge (Nashville SC) dan Denis Bouanga (LAFC), yang sama-sama mencetak 24 gol.
Menariknya, ini menjadi Sepatu Emas pertama Messi di MLS, setelah musim lalu ia kalah tipis dari Christian Benteke dengan selisih tiga gol. Messi menutup musim dengan performa spektakuler, mencetak Hat-Trick dan satu asis dalam kemenangan 2-5 atas Nashville SC pada laga pamungkas. Penampilan itu sekaligus memastikan namanya tak tergoyahkan di puncak daftar top skor.
Dengan 29 golnya, Messi kini sejajar dengan para legenda MLS lainnya. Sejak tahun 2005, hanya Josef Martinez (31 gol, 2018) dan Carlos Vela (34 gol, 2019) yang mampu mencetak gol lebih banyak dalam satu musim. Statistik itu mempertegas betapa cepat Messi beradaptasi dengan gaya bermain liga Amerika yang terkenal keras dan dinamis.
Namun kontribusi Messi tidak berhenti pada urusan mencetak gol. Ia juga mencatat 19 asis, jumlah tertinggi di seluruh MLS musim ini. Artinya, Messi terlibat langsung dalam hampir separuh total gol yang dicetak Inter Miami sepanjang musim. Keberhasilan itu membuat La Pulga bukan hanya menjadi mesin gol, tetapi juga otak serangan tim.
Permainannya yang cerdas, kemampuan membaca ruang, dan ketenangan di depan gawang membuat Messi tetap relevan di usia 38 tahun. Ia menjadi bukti bahwa kualitas seorang legenda tidak akan pudar meski berpindah benua.
Prestasi Messi bukan hanya soal angka, tetapi juga dampak besar terhadap tim dan pemain muda di Inter Miami. Kehadirannya mengubah mentalitas klub yang sebelumnya sering kesulitan bersaing menjadi tim dengan karakter juara. Para pemain muda seperti Benjamin Cremaschi dan Leonardo Campana mengakui banyak belajar dari etos kerja dan visi bermain Messi.
Setiap sesi latihan, Messi selalu menjadi yang pertama datang dan terakhir meninggalkan lapangan. Sikap profesional itu menjadikannya panutan di ruang ganti. Ia bukan hanya mencetak gol, tetapi juga membangun budaya pemenang yang mulai melekat pada skuad Inter Miami musim ini.
Tidak heran jika para pendukung Miami menyebut musim ini sebagai "Tahun Messi". Trofi Sepatu Emas hanyalah puncak dari kerja keras dan dedikasi sang megabintang sejak hari pertama ia tiba di Amerika.
Meski sukses merebut Sepatu Emas, Messi menegaskan bahwa misinya belum selesai. Inter Miami kini bersiap menghadapi Nashville SC di Play-Off MLS 2025 dalam format terbaik dari tiga. Dengan performa yang sedang panas, banyak yang percaya Messi bisa memimpin timnya menuju gelar juara MLS pertama dalam sejarah klub.
Motivasi Messi tak hanya untuk kemenangan pribadi, tapi juga untuk membuktikan bahwa kehadirannya membawa revolusi bagi sepak bola Amerika. Ia ingin mengakhiri musim dengan trofi liga, sesuatu yang akan mengukuhkan statusnya sebagai legenda sejati di semua kompetisi yang pernah ia ikuti.
Dengan performa yang belum menunjukkan tanda-tanda menurun, Lionel Messi masih menjadi magnet utama sepak bola dunia, bahkan di tanah Amerika. Dari Barcelona hingga Miami, La Pulga terus menulis kisah emas tanpa henti. Simak terus kelanjutan berita ini secara lengkap hanya di ShotsGoal!