Competitions
Lionel Messi kembali jadi sorotan jelang pemilihan presiden Barcelona tahun 2026. Meski tidak mencalonkan diri, Messi dikabarkan akan mendukung kandidat rival Joan Laporta. Dukungan ini disebut-sebut sebagai langkah balas dendam atas kisah pahit masa lalu.
Laporta yang menjabat sejak 2021 berencana maju lagi untuk masa jabatan berikutnya. Namun, kali ini ia harus menghadapi bayangan besar dari sang legenda hidup klub. Pengaruh Messi di kalangan fans bisa menjadi ancaman nyata bagi posisi Laporta.
Hubungan antara keduanya sudah lama tak akur sejak drama 2021. Saat itu, Messi nyaris memperpanjang kontraknya sebelum Laporta tiba-tiba membatalkan kesepakatan. Keputusan itu membuat Messi hengkang ke PSG dan meninggalkan luka mendalam bagi dirinya serta para pendukung Blaugrana.
Keretakan antara Messi dan Laporta berawal dari keputusan mengejutkan di musim panas 2021. Messi sudah bersiap menandatangani kontrak baru, namun Laporta menolaknya dengan alasan keuangan klub. Akibatnya, Messi harus meninggalkan Barcelona dengan air mata di matanya.
Kepergian itu dianggap sebagai pengkhianatan terhadap sosok yang telah memberikan segalanya bagi klub. Laporta kemudian mencoba memperbaiki hubungan, tapi kepercayaan Messi sudah hilang. Hingga kini, sang bintang masih menyimpan kekecewaan mendalam terhadap presiden klub tersebut.
Kini, dukungan Messi dalam pemilihan 2026 disebut sebagai bentuk pembalasan elegan. Ia tak perlu berteriak atau menyerang langsung, cukup dengan memberi dukungan politik pada lawan Laporta. Langkah ini bisa mengguncang dinamika kekuasaan di Camp Nou.
Meski masih bermain untuk Inter Miami hingga 2028, Messi tetap punya pengaruh besar di Barcelona. Namanya identik dengan kejayaan klub dan dihormati oleh jutaan penggemar. Dukungannya terhadap calon tertentu bisa mengubah arah suara para anggota klub.
Messi tahu betul betapa kuat pengaruh emosionalnya di hati para culés. Dengan sedikit isyarat dukungan saja, banyak yang siap berpihak pada pilihannya. Situasi ini tentu membuat Laporta harus lebih waspada dalam menjaga reputasinya menjelang pemilu.
Belum diketahui siapa kandidat yang akan mendapat dukungan Messi. Namun satu hal pasti, Messi ingin Barcelona dipimpin oleh sosok yang menghormati para legenda dan fokus pada kejayaan tim. Bagi Messi, klub ini tetap rumahnya, meski kini ia bermain jauh di Amerika.
Pemilu Barcelona 2026 akan menjadi babak penting dalam sejarah klub. Siapa pun yang terpilih harus mampu menstabilkan kondisi finansial dan mengembalikan kejayaan di lapangan. Perang pengaruh antara Laporta dan Messi akan menjadi tontonan menarik bagi seluruh dunia.
Jika Laporta menang, hubungan dengan Messi bisa semakin membeku. Namun jika kandidat pilihan Messi yang menang, pintu rekonsiliasi bisa terbuka lebar. Bahkan bukan tidak mungkin, Messi akan kembali ke klub dalam peran resmi setelah pensiun.
Apa pun hasilnya, para penggemar berharap Barcelona tetap menjadi klub yang solid dan berprestasi. Messi hanya ingin yang terbaik bagi klub yang telah membesarkan namanya. Nantikan update eksklusif seputar drama panas ini hanya di ShotsGoal sumber berita sport paling cepat dan terpercaya!