Competitions
Mohamed Salah mengalami penurunan performa yang cukup signifikan di awal musim ini. Pemain berusia 33 tahun itu hanya mencetak empat gol dalam 11 laga Liga Inggris dan satu gol di Liga Champions. Statistik ini menjadi yang terburuk dalam beberapa musim terakhir pada periode yang sama.
Kedatangan tiga pemain baru di lini serang, Wirtz, Ekitike, dan Isak, membuat persaingan tempat semakin ketat. Manager Arne Slot kini memiliki lebih banyak opsi untuk mengotak-atik lini depan Liverpool. Situasi ini membuat posisi Salah tidak lagi menjadi yang utama.
Padahal, Salah baru saja memperpanjang kontraknya hingga musim panas 2027. Namun, dalam dunia sepakbola modern, kontrak panjang tidak selalu menjamin masa depan seorang pemain di klub, terutama ketika performa mulai menurun.
David James, mantan kiper Liverpool, memberikan peringatan tentang masa depan Salah di Anfield. James meyakini bahwa Liverpool bisa saja menjual Salah jika tidak kembali ke performa terbaiknya. Pernyataan ini datang dari pengalamannya bermain untuk The Reds selama tujuh tahun.
"Saya pikir jika saatnya tiba, Salah dan Liverpool akan duduk bersama membahas masa depan mereka. Sebab ujung-ujungnya, pemain dinilai dari statistik mereka," jelas James. Pendekatan bisnis yang realistis memang menjadi pertimbangan utama klub modern.
James juga mengungkapkan bahwa Liverpool kemungkinan akan memberikan waktu hingga akhir musim bagi Salah untuk membuktikan diri. Klub tidak akan terburu-buru menjualnya di bursa transfer Januari mendatang, meskipun minat dari klub Arab Saudi masih ada.
Nilai pasar Mohamed Salah saat ini diperkirakan sekitar 45 juta euro atau setara dengan Rp 872 miliar. Angka ini bisa terus menurun seiring dengan bertambahnya usia dan mendekatnya akhir kontrak. Liverpool tentu ingin memaksimalkan nilai jual sebelum terlambat.
Beberapa klub Arab Saudi diketahui masih berminat merekrut Salah. Minat ini bisa menjadi solusi bagi Liverpool jika memang memutuskan untuk melego sang bintang. Namun, segala keputusan akan bergantung pada perkembangan performa Salah sepanjang musim ini.
James menambahkan, "Jika Salah bisa kembali ke performa terbaik, maka Liverpool akan membutuhkannya. Namun jika nantinya tetap ada klub peminat yang memberikan penawaran bagus, Liverpool pasti akan sulit untuk menolaknya."
Keputusan mengenai masa depan Salah akan menjadi ujian bagi manajemen Liverpool. Di satu sisi, Salah adalah legenda hidup klub yang telah memberikan banyak kontribusi. Di sisi lain, bisnis sepak bola menuntut keputusan yang rasional dan tidak sentimental.
Liverpool akan terus memantau perkembangan performa Salah sepanjang musim. Jika bisa kembali ke level terbaiknya, kemungkinan besar dia akan dipertahankan. Namun jika tidak, maka keputusan menjual mungkin yang terbaik untuk kedua belah pihak.
Apa pun keputusannya, Mohamed Salah telah mencatatkan namanya dalam sejarah Liverpool. Namun dalam sepak bola modern, tidak ada yang abadi, setiap pemain suatu saat harus menghadapi pilihan sulit tentang masa depannya. Saksikan terus update berita sepak bola terkini dengan mudah hanya di ShotsGoal!