Competitions
Lucas Paqueta, gelandang West Ham United, telah dibebaskan dari tuduhan pengaturan skor yang diajukan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Klub mengonfirmasi hal ini melalui pernyataan resmi pada Kamis (31/7).
Tuduhan tersebut muncul setelah Paqueta diduga sengaja menerima empat kartu kuning dalam beberapa pertandingan Liga Premier antara November 2022 dan Agustus 2023.
Meski terbebas dari tuduhan utama, Paqueta dinyatakan bersalah atas dua pelanggaran terkait kegagalannya mematuhi kewajiban memberikan informasi selama penyelidikan.
Namun, Komisi Regulasi Independen memutuskan untuk membebaskannya dari tuduhan pengaturan pertandingan. FA masih berhak mengajukan banding setelah menerima alasan tertulis dari komisi.
Paqueta tetap bermain untuk West Ham dan timnas Brasil selama proses penyelidikan. Musim lalu, ia tampil dalam 33 pertandingan Liga Premier dan mencetak empat gol. Keputusan ini membuka jalan baginya untuk terus berkontribusi di lapangan tanpa beban hukum yang berat.
Setelah keputusan pembebasan diumumkan, Paqueta menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya. âSejak hari pertama, saya yakin akan ketidakbersalahan saya atas tuduhan serius ini,â ujarnya. Ia juga berterima kasih kepada keluarga, klub, penggemar, dan tim hukum yang mendukungnya selama proses berlangsung.
Ia secara khusus menyebut peran istrinya, Maria Eduarda Fournier, yang selalu mendampinginya. Pada Mei lalu, Paqueta sempat menangis setelah menerima kartu kuning melawan Tottenham. Maria mengungkapkan bahwa keluarga mereka telah melewati mimpi buruk selama dua tahun akibat tuduhan ini.
Dukungan juga datang dari West Ham United, yang tetap mempercayainya sebagai bagian penting dari skuad. Klub menyambut baik keputusan ini dan berharap Paqueta dapat kembali fokus pada performa di lapangan.
Tuduhan terhadap Paqueta bukanlah yang pertama dalam sepak bola Inggris. Beberapa pemain lain, seperti Ivan Toney (Brentford) dan Sandro Tonali (Newcastle), juga pernah dihukum karena pelanggaran terkait perjudian. Toney menjalani larangan bermain selama delapan bulan, sedangkan Tonali menerima sanksi sepuluh bulan.
FA semakin ketat dalam menindak praktik perjudian dan pengaturan pertandingan. Kasus Paqueta sempat menjadi sorotan karena potensi hukuman berat, termasuk larangan seumur hidup jika terbukti bersalah. Namun, pembebasan ini menunjukkan bahwa proses hukum harus berjalan adil dengan bukti yang kuat.
Pembebasan Paqueta juga memicu diskusi tentang perlunya transparansi dan kehati-hatian dalam penyelidikan, agar reputasi pemain tidak rusak akibat tuduhan yang tidak terbukti.
Dengan statusnya yang kini jelas, Paqueta siap berkontribusi penuh untuk West Ham musim ini. Ia telah mengikuti tur pramusim klub di Amerika Serikat dan akan tersedia pada laga pembuka Liga Premier kontra Sunderland (16/8).
Paqueta merupakan pemain kunci bagi The Hammers, baik dalam kreativitas serangan maupun kerja keras di lini tengah. Pembebasan dari tuduhan ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan dirinya dan membantunya kembali tampil optimal.
West Ham juga berharap kasus ini tidak mengganggu konsentrasi tim dalam menghadapi tantangan musim baru. Dengan Paqueta yang bebas dari beban hukum, peluang klub untuk bersaing di kompetisi semakin terbuka lebar.