Competitions
Luka Modric resmi menjadi bagian dari AC Milan setelah menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan opsi perpanjangan. Gelandang berusia 39 tahun tersebut bergabung sebagai pemain bebas setelah kontraknya bersama Real Madrid berakhir.
Modric akan mengenakan nomor punggung 14, melanjutkan karier legendarisnya di Serie A. Dalam konferensi pers perdananya sebagai pemain Milan, Modric menegaskan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan Rossoneri murni berdasarkan keinginan pribadi.
Modric menyangkal adanya pengaruh dari mantan pelatihnya di Real Madrid, Carlo Ancelotti, yang pernah melatih Milan. "Ancelotti bukan orang yang meyakinkan saya untuk datang ke sini. Saya sudah yakin dengan pilihan ini," tegas Modric.
Modric mengungkapkan bahwa AC Milan selalu memiliki tempat khusus di hatinya sejak masa kecilnya di Kroasia. Dia mengidolakan klub ini dan terinspirasi oleh legenda Milan asal Kroasia, Zvonimir Boban. Faktor emosional ini menjadi pendorong utama keputusannya untuk melanjutkan karier di San Siro.
Meskipun Modric dan Ancelotti memiliki hubungan baik selama bekerja sama di Real Madrid, sang gelandang menegaskan bahwa hal itu tidak memengaruhi keputusannya.
Ancelotti sendiri telah meninggalkan Los Blancos setelah musim 2024/2025 dan kini melatih Timnas Brasil. Modric menjelaskan bahwa diskusinya dengan Ancelotti lebih bersifat umum tentang atmosfer sepakbola Italia.
"Saya dan Ancelotti sempat berbicara tentang tekanan besar di Milan, mirip dengan Real Madrid. Tapi itu hanya obrolan biasa, bukan ajakan untuk bergabung," ujar Modric. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi bahwa Ancelotti berperan sebagai penasihat dalam transfernya.
Modric juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Real Madrid, tempatnya menghabiskan 12 tahun sukses dengan meraih berbagai trofi, termasuk lima gelar Liga Champions. Namun, dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk memulai babak baru di Italia.
Sebagai salah satu pemain paling berpengalaman di dunia, Modric datang ke Milan dengan ambisi besar. Dia ingin membantu Rossoneri bersaing di level tertinggi, baik di Serie A maupun kompetisi Eropa. "Saya masih memiliki motivasi tinggi dan ingin memberikan yang terbaik untuk klub sebesar AC Milan," kata Modric.
Kehadirannya diharapkan dapat membawa kepemimpinan dan kualitas teknis ke lini tengah Milan. Modric dikenal sebagai pengatur tempo permainan yang ulung, serta pemain dengan visi dan ketahanan fisik yang luar biasa meski sudah berusia 39 tahun.
Fans Milan menyambut kedatangannya dengan antusias, mengingat track record-nya yang gemilang. Modric pun berjanji untuk bekerja keras demi membawa kesuksesan bagi klub yang selalu dia kagumi sejak kecil.
Transfer Modric ke AC Milan menjadi babak baru dalam kariernya yang sudah dihiasi banyak prestasi. Sebagai pemenang Ballon d'Or 2018, dia masih ingin membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berkontribusi di level elit. "Saya percaya saya masih bisa memberikan banyak hal, baik di dalam maupun luar lapangan," ujarnya.
Bagi Milan, kedatangan Modric bukan hanya tentang memperkuat skuad, tetapi juga menambah pengalaman dan mentalitas pemenang. Rossoneri berharap kehadirannya dapat menginspirasi pemain muda seperti Rafael Leao dan Theo Hernandez.
Jika performanya tetap konsisten, tidak menutup kemungkinan kontrak Modric akan diperpanjang untuk musim berikutnya. Bagaimanapun, langkah ini menjadi bukti bahwa passion-nya terhadap sepakbola masih membara, dan San Siro adalah tempat yang tepat untuk mengukir sejarah baru.