Competitions
Kiper Udinese asal Nigeria, Maduka Okoye, akhirnya resmi dijatuhi hukuman larangan bermain selama dua bulan oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), meski dinyatakan tidak bersalah dalam kasus dugaan pengaturan skor.
Dalam sidang yang digelar pada Selasa lalu, Pengadilan Federal Nasional menyatakan bahwa Okoye tidak terbukti terlibat dalam pelanggaran olahraga, namun tetap melanggar prinsip umum fair play sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 Kode Etik Olahraga Italia.
Okoye sebelumnya dituduh secara sengaja menerima kartu kuning saat Udinese menghadapi Lazio pada Maret 2024, demi menguntungkan temannya yang bertaruh pada kejadian tersebut dan meraup lebih dari 120.000 euro.
Meski tuduhan pengaturan pertandingan akhirnya gugur, hasil investigasi menyatakan bahwa tindakan Okoye tetap tidak mencerminkan integritas seorang profesional.
Akibatnya, ia akan menjalani sanksi larangan tampil dari 18 Agustus hingga 19 Oktober 2025, membuatnya absen dalam tujuh laga resmi Udinese, termasuk pertandingan Coppa Italia.
Insiden yang menyeret nama Okoye terjadi pada 11 Maret 2024, saat Udinese bertandang ke markas Lazio. Dalam laga itu, Okoye menerima kartu kuning pada menit ke-64 karena dianggap membuang-buang waktu.
Kejadian tersebut awalnya dianggap wajar, namun mencurigakan karena lonjakan besar dalam jumlah taruhan terkait kartu kuning untuk Okoye. Investigasi pun dilakukan dan menemukan bahwa seorang sahabat dekatnya melakukan taruhan dan memenangkan hadiah fantastis.
Meski begitu, penyelidikan dari FIGC tidak menemukan cukup bukti bahwa Okoye secara langsung bekerja sama atau memiliki niat untuk mempengaruhi hasil pertandingan.
Tuduhan match-fixing yang bisa berujung hukuman empat tahun pun dibatalkan. Namun, karena dianggap melanggar nilai-nilai sportivitas dan prinsip dasar kejujuran dalam olahraga, sanksi dua bulan tetap dijatuhkan sebagai bentuk teguran etik.
Pihak Udinese merespons dengan menyatakan kepuasan atas pembebasan Okoye dari tuduhan pengaturan skor. Dalam pernyataan resminya, klub menegaskan keyakinan penuh terhadap integritas sang kiper dan akan terus mendukungnya selama masa hukuman.
"Kami meyakini Maduka tidak bersalah atas tuduhan serius tersebut dan keputusan pengadilan memperkuat kepercayaan kami terhadap profesionalismenya," bunyi pernyataan tersebut.
Namun, absennya Okoye akan menjadi tantangan tersendiri bagi Udinese di awal musim. Dengan tujuh pertandingan yang harus dilewatkan, pelatih harus memutar otak mencari solusi sementara di posisi penjaga gawang.
Sementara itu, Okoye sendiri belum memberikan pernyataan publik, namun diyakini akan fokus menjaga kondisi fisiknya selama masa larangan bermain agar siap kembali memperkuat tim mulai akhir Oktober.
Kasus ini menjadi pengingat penting akan pentingnya menjaga etika dan citra profesional dalam dunia sepak bola. Terlepas dari tidak adanya niat jahat, tindakan yang tampak sepele bisa berujung konsekuensi besar. Untuk kabar terbaru seputar sanksi pemain, investigasi olahraga, dan dinamika Serie A, terus ikuti ShotsGoal!