Competitions
Erling Haaland kembali menjadi penentu utama performa Manchester City di awal musim 2025-2026 ini. Penyerang asal Norwegia itu telah mencetak 11 gol dalam delapan penampilan Premier League, dengan hanya satu laga tanpa gol melawan Tottenham Hotspur. Statistik mengesankan ini menegaskan posisinya sebagai mesin gol tak terbendung di skuad The Citizens.
Konsistensi Haaland dalam mencetak gol menjadi bukti bahwa ia masih berada di puncak performa. Kemampuannya mengubah peluang menjadi gol tetap menjadi aset paling berharga bagi Manchester City dalam pertarungan merebut gelar Premier League. Namun, hal ini menimbulkan kekhawatiran dari pundit sepak bola Inggris.
Eks bintang Arsenal, Paul Merson, memberikan penilaian tajam tentang kondisi Manchester City. Menurutnya, Manchester City saat ini bukan lagi tim top dan sangat bergantung pada Haaland. "Saya kira mereka bukan sebuah tim top saat ini," ujar Merson dalam analisisnya.
Merson memberikan contoh konkret dengan membandingkan performa Manchester City melawan Everton. Ia menyatakan bahwa jika penyerang Everton, Norberto Betuncal (atau Beto) ditukar dengan Haaland, justru Everton yang akan lebih mudah memenangi pertandingan. Pernyataan ini menunjukkan betapa besar pengaruh Haaland dalam menentukan hasil pertandingan.
Analisis Merson juga menyoroti masalah penuaan skuad dan kepergian pemain kunci seperti Kevin de Bruyne. Performa Phil Foden yang tidak semaksimal musim-musim sebelumnya dan faktor usia Bernardo Silva turut menjadi perhatian dalam evaluasinya terhadap kekuatan Manchester City saat ini. "Terlalu tergantung kepada satu pemain itu tidak bagus. Kalau dia tiba-tiba turun performanya, Manchester City bakal kelabakan," sebut Merson.
Kepergian de Bruyne meninggalkan kekosongan yang sulit terisi, sementara pemain-pemain inti lainnya mulai menua. Sistem permainan Manchester City yang dulu begitu dominan kini tampak lebih rapuh dan mudah diprediksi lawan.
Lini pertahanan juga menjadi perhatian serius. Kiper baru yang didatangkan belum mampu menunjukkan kualitas setara Ederson Moraes, khususnya dalam membangun serangan dari belakang. Ketidakhadiran Ederson dirasakan mengurangi dimensi permainan Manchester City.
Merson dengan tegas menyatakan bahwa tanpa Haaland, Manchester City akan kesulitan menembus empat besar. Pernyataan ini didasarkan pada observasi mendalam tentang ketergantungan tim terhadap penyerang andalannya tersebut. Haaland bukan sekadar pencetak gol, tetapi juga pembeda kualitas yang menentukan.
Dia masih menganggap Manchester City sebagai pesaing gelar, namun semata-mata berkat kehadiran Haaland. Kemampuannya mencetak gol dalam situasi sulit sering menjadi penyelamat tim. Jika Haaland absen atau mengalami penurunan performa, ancaman terhadap posisi Manchester City di papan atas sangat nyata.
Evaluasi ini seharusnya menjadi peringatan bagi manajemen Manchester City untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh. Ketergantungan berlebihan pada satu pemain berisiko besar untuk keberlanjutan kesuksesan tim di masa depan. Regenerasi dan penguatan skuad harus menjadi prioritas. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!