Competitions
Memphis Depay kembali mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Belanda. Dua gol yang ia cetak saat menghadapi Lithuania memastikan dirinya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk timnas Belanda dengan torehan 52 gol, melewati rekor Robin van Persie. Pencapaian ini sekaligus menjadi penanda konsistensi Depay dalam memberikan kontribusi bagi De Oranje di level internasional.
Pertandingan yang berlangsung di Vilnius pada Minggu malam itu sempat berjalan menegangkan. Depay membuka keunggulan di menit ke-11 lewat penyelesaian cermat hasil umpan Cody Gakpo. Selebrasi meriah langsung terlihat saat Depay diangkat oleh rekan-rekannya, seolah menegaskan pentingnya gol tersebut dalam perjalanan timnas Belanda.
Selain catatan pribadi, dua gol Depay membawa Belanda ke puncak klasemen Grup G dengan 10 poin dari empat laga. Hasil ini memperbesar peluang mereka untuk melaju ke Piala Dunia 2026, meski performa tim menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh pelatih Ronald Koeman.
Meski Belanda terlihat dominan di awal laga, Lithuania mampu memberikan kejutan yang membuat pertandingan berbalik menegangkan. Setelah Quinten Timber mencetak gol keduanya untuk Belanda di menit ke-33, tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan hanya dalam rentang tujuh menit.
Gol pertama datang dari aksi individu kapten Lithuania, Justas Lasickas, yang melakukan penetrasi dari tengah lapangan sebelum memberi umpan matang kepada Gvidas Gineitis. Hanya berselang beberapa menit, Edvinas Girdvainis sukses memanfaatkan tendangan bebas Gineitis dengan sundulan keras yang membuat skor imbang 2-2 sebelum turun minum.
Momen ini menjadi alarm serius bagi Belanda. Lithuania, yang menempati peringkat 143 dunia FIFA, menjadi tim dengan peringkat terendah yang mampu menjebol gawang Belanda sejak 1992. Fakta ini memperlihatkan celah yang harus segera diperbaiki Koeman, terutama dalam organisasi pertahanan menghadapi situasi bola mati.
Belanda akhirnya mampu keluar dari tekanan di babak kedua. Memphis Depay kembali menjadi aktor utama dengan sundulan tajam di menit ke-64 setelah menerima umpan silang dari Denzel Dumfries. Gol ini memastikan tiga poin berharga bagi De Oranje dan menutup pertandingan dengan skor 3-2.
Kemenangan tersebut menghapus kekecewaan Belanda setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Polandia di laga sebelumnya. Namun, performa yang naik-turun ini tetap menjadi catatan penting jelang laga-laga berikutnya. Konsistensi menjadi kunci agar Belanda tidak hanya mengandalkan momen individu Depay atau pemain bintang lainnya.
Koeman diharapkan mampu menemukan keseimbangan antara kreativitas lini depan dan soliditas lini belakang. Jika kelemahan di sektor pertahanan tidak segera diatasi, Belanda berpotensi kesulitan ketika menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih tinggi di fase selanjutnya.
Selain laga Belanda, sejumlah pertandingan kualifikasi Piala Dunia zona Eropa juga menyita perhatian. Di Grup E, Spanyol tampil perkasa dengan kemenangan 6-0 atas Turki. Mikel Merino mencetak hat-trick, sementara Pedri dan Ferran Torres ikut menyumbangkan gol. Kemenangan ini mempertegas dominasi La Roja di awal kualifikasi.
Sementara itu, Georgia menghidupkan kembali asa mereka setelah menaklukkan Bulgaria 3-0. Gol dari Khvicha Kvaratskhelia, Luka Gagnidze, dan Georges Mikautadze membuat pasukan Willy Sagnol naik ke posisi kedua klasemen sementara. Hasil ini penting untuk menjaga peluang mereka lolos ke turnamen utama.
Di Grup J, Belgia menunjukkan kekuatan dengan kemenangan telak 6-0 atas Kazakhstan. Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku masing-masing mencetak dua gol, disusul tambahan dari Nicolas Raskin dan Thomas Meunier. Kemenangan ini membuat Belgia melesat ke papan atas, sekaligus menggeser posisi Wales yang kini berada di peringkat ketiga.
Ikuti terus berita terkini, analisis mendalam, dan update seputar kualifikasi Piala Dunia 2026 hanya di ShotsGoal.