Competitions
PFA 2024-2025 sudah diadakan. Mohamed Salah mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Inggris usai meraih penghargaan Pemain Terbaik PFA untuk musim 2024-2025. Penghargaan bergengsi ini merupakan yang ketiga kalinya diraih oleh winger asal Mesir tersebut, setelah sebelumnya ia menang pada musim 2017-2018 dan 2021-2022.
Dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh rekan-rekan sesama pemain, Salah berhasil mengungguli sejumlah rival berat. Nama-nama seperti Alexis Mac Allister dari Liverpool sendiri, Bruno Fernandes (Manchester United), Alexander Isak (Newcastle United), Cole Palmer (Chelsea), dan Declan Rice (Arsenal) harus mengakui keunggulan sang legenda Mesir ini.
Peran Salah dalam kesuksesan Liverpool meraih gelar Premier League musim lalu sungguh tak ternilai. Ia tampil dalam setiap dari 38 pertandingan liga, menunjukkan ketangguhan fisik dan mental yang luar biasa. Statistik yang dihasilkan pun fantastis, dengan mencetak 29 gol dan memberikan 18 asis bagi rekan-rekannya.
Kontribusi tersebut menjadikannya mesin gol utama sekaligus pembuat permainan yang sangat vital bagi The Reds. Setiap penampilannya di lapangan selalu penuh dengan determinasi dan kualitas yang mengangkat performa seluruh tim. Kehadirannya memberikan keyakinan dan kepercayaan diri bagi seluruh skuad untuk mengejar kemenangan.
Dengan raihan gelar Pemain Terbaik PFA yang ketiga kalinya, Mohamed Salah telah menuliskan sejarah baru untuk dirinya sendiri. Ia kini resmi menjadi pemain pertama yang berhasil meraih penghargaan individu bergengsi ini sebanyak tiga kali sepanjang kariernya. Rekor ini semakin memperkuat status legendarisnya di dunia sepak bola.
Pencapaian ini menempatkannya di atas banyak nama-nama besar lain yang pernah menghiasi Premier League. Setiap gelar yang ia raih merepresentasikan era keemasan yang berbeda dalam kariernya bersama Liverpool, membuktikan bahwa ia mampu mempertahankan level elite selama periode yang panjang. Ini adalah bukti dari komitmen dan profesionalismenya yang tak pernah surut.
Rekor ini juga menjadi warisan abadi yang akan dikenang oleh generasi mendatang. Sangat sedikit pemain yang mampu menunjukkan dominasi dan konsistensi setinggi ini dalam sepak bola modern yang penuh dengan persaingan ketat. Prestasi ini mengukuhkannya tidak hanya sebagai ikon Liverpool, tetapi juga sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah liga.
Bagi Salah sendiri, penghargaan Pemain Terbaik PFA kali ini terasa sangat spesial dan berbeda dari dua gelar sebelumnya. Perbedaan utamanya terletak pada keberhasilan kolektif timnya, Liverpool, dalam mengamankan gelar juara Premier League musim lalu. Kombinasi antara prestasi individu dan kesuksesan tim inilah yang memberikan makna lebih mendalam. "Penghargaan yang sangat spesial ini terasa berbeda ketika kami juga memenangi trofi penting," ujar Salah.
Pernyataan ini menegaskan bahwa baginya, kemenangan tim selalu menjadi prioritas utama dan merupakan tujuan tertinggi. Prestasi individu adalah buah dari upaya kolektif untuk meraih kesuksesan bersama.
Pesan ini sekaligus merupakan bentuk rasa terima kasihnya kepada semua rekan pemain yang telah memilihnya, sambil menyatakan tekad untuk mempertahankan gelar dan terus membawa Liverpool meraih kejayaan. Jangan lewatkan berita dan update terbaru seputar sepak bola lainnya di ShotsGoal!