Competitions
Napoli harus menelan hasil pahit setelah kalah 0-2 dari Benfica pada laga Liga Champions di Estadio da Luz. Gol Richard Rios dan Leandro Barreiro menjadi penentu hasil tersebut, sementara Napoli kesulitan menembus pertahanan tuan rumah. Meski unggul dalam penguasaan bola, klub Italia itu hanya mampu menciptakan dua tembakan tepat sasaran dari tujuh percobaan.
Antonio Conte menyebut kekalahan ini tidak lepas dari kondisi fisik timnya yang tidak ideal. Ia menyoroti jadwal padat yang membuat Napoli kehabisan energi setelah menghadapi AS Roma, Cagliari, dan Juventus dalam sepekan. Menurutnya, Benfica mendapat keuntungan karena memiliki waktu istirahat lebih panjang sebelum pertandingan.
Conte menegaskan timnya sudah menunjukkan tanda-tanda kehilangan energi sejak awal laga. Ia menyebut Napoli tak cukup agresif dan kalah dalam duel-duel penting, terutama pada babak pertama ketika Benfica tampil lebih efektif memanfaatkan peluang.
Di sisi lain, Jose Mourinho tidak terkesan dengan alasan Conte. Pelatih Benfica itu menilai kemenangan timnya bukan karena faktor fisik, melainkan strategi yang lebih tepat. Ia menyebut ucapan Conte sebagai alasan yang dibuat-buat untuk menutupi kelemahan Napoli.
Mourinho menjelaskan bahwa Benfica menang karena mampu membaca kelemahan lawan. Salah satu keputusannya yang dianggap penting adalah memainkan Franjo Ivanovic ketimbang Vangelis Pavlidis. Menurutnya, Ivanovic mampu memberikan tekanan berbeda sehingga pertahanan Napoli yang memakai tiga bek menjadi lebih mudah digoyang.
Selain itu, Mourinho memuji karakter dan kecerdasan para pemain Benfica. Ia menegaskan bahwa timnya tampil penuh determinasi karena menyadari bahwa kekalahan berarti tersingkir. Dengan enam poin yang kini dikumpulkan, Benfica masih memiliki peluang lolos dari fase grup.
Hasil ini membuat Napoli turun ke peringkat 23 klasemen sementara Liga Champions dengan tujuh poin. Penampilan yang tak konsisten membuat langkah mereka semakin berat menghadapi fase grup yang kompetitif. Conte harus segera membenahi aspek fisik dan mental tim menjelang pertandingan berikutnya agar peluang lolos tetap terjaga.
Benfica kini berada di posisi 25 dengan enam poin, sebuah capaian yang menjaga harapan mereka untuk melaju. Mourinho optimistis bahwa timnya masih memiliki peluang besar, terutama jika mampu mempertahankan performa solid seperti saat menghadapi Napoli.
Napoli dijadwalkan bertandang ke markas Copenhagen pada Januari mendatang, sebuah laga yang akan menentukan nasib mereka di kompetisi. Sementara itu, Benfica akan kembali menghadapi tim asal Italia, Juventus, dalam duel yang tak kalah penting untuk mengamankan tiket ke fase berikutnya.
Dengan tensi tinggi di antara kedua pelatih, perjalanan di Liga Champions musim ini semakin menarik untuk diikuti. Saksikan terus kabar terbaru seputar Liga Champions, hingga berita eksklusif menarik lainnya hanya di ShotsGoal, kunjungi sekarang juga!