Competitions
Timnas Palestina memastikan langkah mereka ke fase grup Piala Arab FIFA 2025 setelah menyingkirkan Libya lewat adu penalti dramatis dengan skor 4-3. Bertanding di Stadion Thani bin Jassim, kedua tim tampil ngotot sejak awal meskipun tidak ada gol yang tercipta selama 90 menit.
Pertandingan berjalan seimbang, dengan Palestina beberapa kali mengancam lewat kecepatan lini depannya, sementara Libya mencoba menekan melalui serangan balik. Namun, upaya tersebut belum cukup membawa gol hingga peluit akhir waktu normal berbunyi. Dengan skor tetap 0-0, kedua tim terpaksa menentukan nasib melalui babak adu penalti.
Adu penalti pun berlangsung penuh tekanan. Palestina tampil lebih tenang di momen krusial, sementara Libya beberapa kali kurang beruntung. Keberhasilan pemain Palestina dalam menjaga fokus menjadi kunci kemenangan mereka dalam penentuan yang menegangkan tersebut.
Kiper Palestina, Rami Hamada, menjadi salah satu tokoh utama dalam keberhasilan timnya. Ia berhasil menepis penalti pertama yang diambil Ali Yusuf, memberi momentum positif bagi rekan-rekannya. Penyelamatan itu meningkatkan kepercayaan diri Palestina untuk melangkah lebih yakin dalam adu penalti.
Di sisi lain, penjaga gawang Libya, Aymen Al Tihar, juga mampu tampil luar biasa dengan menggagalkan penalti Michel Termanini. Aksi tersebut menjaga harapan Libya tetap hidup, tetapi tekanan di momen akhir membuat mereka kehilangan konsentrasi. Ketegangan meningkat seiring semakin dekatnya babak penentuan.
Penentu kemenangan ada di tangan Amid Mahajna, yang dengan tenang mengeksekusi penalti terakhir untuk Palestina. Sementara itu, Marwan Al Hbeishi gagal menjalankan tugasnya, memastikan Palestina lolos ke fase grup. Kemenangan ini terasa istimewa bagi negara yang kini berada di peringkat ke-96 ranking FIFA.
Kapten Palestina, Mus'ab Al-Batat, mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan ini. Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut layak diraih setelah perjuangan keras tim sepanjang pertandingan. Baginya, mengenakan seragam tim nasional membawa kebanggaan besar sekaligus tanggung jawab yang tidak ringan.
Mus'ab yang baru bergabung kembali kurang dari 48 jam sebelumnya tetap tampil penuh selama 90 menit. Ia menekankan bahwa bermain untuk Palestina membuat energinya tetap tinggi meski kondisi fisik belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, lolos ke Piala Arab merupakan prestasi besar bagi seluruh bangsa.
Ia juga menyoroti kebahagiaan masyarakat Palestina sebagai motivasi utama mereka. Melihat sukacita yang muncul dari kemenangan ini, para pemain merasa bahwa perjuangan mereka terbayar lunas. Mus'ab memastikan tim akan berjuang lebih keras di fase grup mendatang.
Pelatih Ihab Abu Jazar kini mempersiapkan skuadnya untuk menghadapi tantangan berat di Grup A, yang disebut sebagai salah satu grup terkuat di turnamen. Palestina akan berhadapan dengan tuan rumah Qatar, runner-up edisi sebelumnya Tunisia, serta tim kuat dari kawasan Asia Barat, Suriah. Tantangan besar menanti, tetapi semangat tim tetap tinggi.
Pertandingan pertama Palestina dijadwalkan menghadapi Qatar pada 1 Desember di Stadion Al Bayt. Laga tersebut akan menjadi ujian awal untuk mengukur seberapa siap tim menghadapi lawan-lawan kuat di grup tersebut. Persiapan intensif pun sudah dilakukan untuk meningkatkan efektivitas permainan.
Di hari yang sama, Suriah dan Tunisia juga akan bertanding untuk memperebutkan posisi awal di grup. Palestina berharap bisa memberikan kejutan dan melanjutkan momentum positif setelah kemenangan dramatis atas Libya. Nantikan kabar terbaru dan analisis eksklusif seputar sepak bola lainnya hanya di ShotsGoal!