Competitions
Pau Cubarsi mungkin baru berusia 17 tahun, tapi kedewasaannya dalam berpikir soal sepak bola membuatnya berbeda dari banyak pemain muda lain. Bek muda Barcelona itu baru-baru ini menjadi sorotan setelah secara terbuka menyebut Virgil van Dijk sebagai sosok panutan terbesarnya di lapangan. Dalam wawancara dengan Mundo Deportivo, Cubarsi tanpa ragu mengatakan bahwa dirinya berharap bisa melihat kapten Liverpool itu suatu hari berseragam Blaugrana.
Ketika ditanya apakah ia lebih memilih bermain seperti Van Dijk atau mendatangkan sang bintang ke Camp Nou, Cubarsi menjawab dengan tenang namun penuh keyakinan, "Saya lebih memilih merekrut Van Dijk. Saya ingin tetap menjadi diri saya sendiri." Jawaban sederhana itu mencerminkan dua hal rasa hormat mendalam kepada sang idola, dan keyakinan kuat pada jati diri sendiri. Di usia belia, Cubarsi sudah menunjukkan karakter matang yang jarang dimiliki pemain seumurannya.
Virgil van Dijk bukan hanya bek tangguh ia simbol dari era baru sepak bola modern. Dengan ketenangan luar biasa, kecerdasan membaca permainan, serta kemampuan mengatur lini belakang, kapten Liverpool ini telah mengubah standar posisi bek tengah di Premier League dan dunia. Bahkan di tengah masa sulit yang dialami The Reds, Van Dijk tetap tampil konsisten dan menjadi pemimpin sejati di ruang ganti.
Tak heran jika banyak pemain muda menjadikannya panutan, termasuk Cubarsi. Bagi pemain muda Barcelona itu, Van Dijk bukan hanya soal kemampuan bertahan, tapi juga bagaimana menggabungkan kekuatan, kecerdasan, dan ketenangan dalam satu paket sempurna. Dalam wawancara dengan Diario Sport, Cubarsi menegaskan kembali bahwa Van Dijk adalah bek aktif yang paling ia kagumi. Konsistensinya menyebut nama yang sama menunjukkan bahwa kekaguman ini bukan sekadar basa-basi.
Kontrak baru Van Dijk hingga 2027 di bawah pelatih Arne Slot mempertegas loyalitas dan profesionalismenya. Meski Liverpool sempat terseok dalam beberapa laga terakhir, pengaruh Van Dijk di lapangan tetap tak tergantikan. Ketegasannya dalam duel, kepemimpinan yang tenang, serta kemampuannya menjaga fokus menjadi kualitas yang diidamkan pemain muda mana pun yang bermimpi menjadi bek papan atas.
Bagi Cubarsi, mengidolakan Van Dijk bukan sekadar soal kekaguman, tapi juga proses pembelajaran. Ia menilai gaya bermain Van Dijk yang tenang dalam tekanan dan jarang panik adalah kualitas yang ingin ia adaptasi dalam kariernya sendiri. Cubarsi paham bahwa untuk bertahan di level tertinggi, bukan hanya kemampuan teknis yang dibutuhkan, tetapi juga mental baja dan kecerdasan membaca ritme permainan.
Kedewasaan ini terlihat dari cara Cubarsi berbicara tentang dirinya sendiri. Ia tidak berusaha menjadi Van Dijk kedua, melainkan versi terbaik dari Pau Cubarsi. Pendekatan itu menunjukkan kematangan berpikir dan rasa percaya diri yang jarang dimiliki pemain muda seusianya.
Menariknya, kekaguman Cubarsi datang di saat Van Dijk sendiri sedang menghadapi kritik. Setelah kemenangan Belanda 4-0 atas Malta, beberapa media Belanda seperti De Telegraaf dan Algemeen Dagblad menilai penampilannya kurang meyakinkan, bahkan menyebutnya terlalu santai dalam beberapa momen berbahaya. Nilai 6/10 yang diberikan menunjukkan bahwa bahkan sang kapten Oranje pun masih manusia tidak selalu sempurna.
Namun di situlah letak nilai penting dari sosok seperti Van Dijk. Ia menjadi contoh bahwa seorang pemain besar tidak diukur dari ketiadaan kesalahan, melainkan dari cara bangkit dan mempertahankan standar tinggi meski disorot tajam. Bagi Cubarsi, hal ini justru menambah alasan untuk mengaguminya. Mengidolakan Van Dijk berarti belajar bukan hanya dari kekuatan, tapi juga dari kelemahan dan cara mengatasinya.
Pau Cubarsi kini tengah menapaki karier yang cerah bersama Barcelona. Di usianya yang masih belia, ia sudah mencatatkan penampilan di level tertinggi La Liga dan menunjukkan potensi sebagai bek masa depan Spanyol. Dengan mental belajar seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan menjadi generasi penerus yang membawa semangat dan gaya kepemimpinan Van Dijk ke era baru Camp Nou.
Sepak bola selalu melahirkan hubungan unik antara panutan dan penerusnya. Dan dalam diri Cubarsi, kita melihat bagaimana pengaruh seorang legenda hidup bisa membentuk bintang masa depan.
ShotsGoal sumber tepercaya untuk pecinta sepak bola sejati.