Competitions
Pep Guardiola telah membuktikan diri sebagai salah satu pelatih terbaik dunia sejak memulai karier kepelatihan pada 2007 bersama Barcelona B. Dalam waktu singkat, ia dipromosikan menjadi pelatih tim utama dan langsung membawa Barcelona meraih 14 gelar dalam kurun waktu empat tahun (2008-2012).
Kesuksesan Guardiola tidak hanya terbatas di Spanyol, tetapi juga berlanjut di Bayern Munich dengan tujuh gelar dan Manchester City dengan 18 gelar sejauh ini.
Kepiawaian Guardiola dalam menerapkan filosofi permainan ofensif dan penguasaan bola telah mengubah wajah sepak bola modern.
Di Manchester City, ia berhasil membangun tim yang mendominasi Liga Premier dan bahkan membawa klub meraih treble pada musim 2022/23. Prestasi ini semakin mengukuhkan reputasinya sebagai pelatih legendaris.
Meski telah mencapai begitu banyak kesuksesan, Guardiola mengaku mulai merasakan kelelahan setelah hampir dua dekade berkecimpung di dunia kepelatihan. Tekanan dan tuntutan tinggi dalam pekerjaannya membuatnya mempertimbangkan untuk mengambil jeda.
Guardiola secara tegas menyatakan bahwa ia akan berhenti melatih setelah masa jabatannya di Manchester City berakhir.
Kontraknya saat ini berlaku hingga 2027, tetapi ia belum memastikan apakah akan bertahan hingga akhir kontrak atau memutuskan mundur lebih cepat. Yang pasti, ia merasa perlu waktu untuk memulihkan diri secara fisik dan mental setelah bertahun-tahun hidup di bawah tekanan.
Dalam wawancara dengan Yahoo Sports, Guardiola mengungkapkan bahwa profesi pelatih membutuhkan dedikasi 24/7 dengan beban emosional yang sangat besar.
Guardiola menggambarkan pengalamannya sebagai rangkaian kondisi euforia, depresi, dan ketiadaan (absent), yang membuatnya sulit menemukan keseimbangan hidup. Istirahat panjang menjadi solusi agar ia bisa kembali fokus pada diri sendiri.
Meski demikian, Guardiola tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke dunia sepak bola di masa depan. Namun, untuk sementara, ia ingin menikmati waktu jauh dari tekanan lapangan hijau dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
Keputusan Guardiola untuk beristirahat akan meninggalkan void besar di Manchester City. Selama delapan tahun terakhir, ia telah membentuk identitas permainan The Citizens dan membawa mereka menjadi salah satu klub terkuat di Eropa. Pencarian penggantinya akan menjadi tantangan besar bagi manajemen klub.
Beberapa nama seperti Zinedine Zidane telah dikaitkan sebagai calon penerus Guardiola. Namun, tidak mudah menemukan figur yang mampu mempertahankan standar tinggi yang telah ditetapkan pelatih Spanyol tersebut.
Manchester City juga harus memastikan transisi kepelatihan berjalan mulus tanpa mengganggu stabilitas tim. Guardiola sendiri diharapkan dapat membantu mempersiapkan rencana suksesi sebelum akhirnya pergi.
Meski berencana rehat, Guardiola tidak menyatakan pensiun permanen dari dunia sepak bola. Banyak yang memperkirakan ia akan kembali melatih di level klub atau bahkan mengambil tantangan baru seperti menangani tim nasional. Spanyol dan Brasil sering disebut sebagai tujuan potensial baginya.
Selain itu, Guardiola mungkin akan mencoba peran berbeda dalam sepak bola, seperti menjadi direktur teknik atau konsultan. Pengetahuannya yang mendalam tentang permainan membuatnya tetap menjadi sosok yang dihormati di industri ini.
Bagaimanapun, jeda ini penting bagi Guardiola untuk mengisi ulang energinya sebelum memutuskan langkah selanjutnya. Penggemar sepak bola di seluruh dunia tentu berharap untuk melihatnya kembali di pinggir lapangan suatu hari nanti.