Competitions
Piala Dunia 2026 disebut sebagai kesempatan terakhir bagi Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku untuk tampil di level tertinggi bersama Timnas Belgia. Usia keduanya yang sudah memasuki kepala tiga membuat peluang mereka tampil di edisi berikutnya semakin kecil. Selain mereka, Thibaut Courtois, yang juga semakin menua, ikut masuk dalam kategori pemain penting yang mungkin menjalani turnamen besar terakhirnya.
Belgia tetap menjadi tim yang diperhitungkan dalam kompetisi ini. Meskipun generasi emas seperti Eden Hazard telah berlalu, sisa-sisa generasi kuat masih menghiasi skuad The Red Devils. De Bruyne dengan kreativitasnya, Lukaku dengan ketajamannya, serta Courtois yang menjadi tembok kokoh di bawah mistar, masih menjadi faktor penting dalam ambisi Belgia.
Dengan usia 34 tahun untuk De Bruyne, 32 tahun untuk Lukaku, dan 33 tahun untuk Courtois, wajar jika Piala Dunia 2026 disebut sebagai panggung terakhir mereka. Tekanan untuk tampil maksimal pun semakin besar demi menutup perjalanan generasi ini dengan prestasi nyata.
Pakar sepak bola Eropa, Julien Laurens, menilai bahwa Belgia kini berada di fase terakhir dari generasi kuat era De Bruyne dan Lukaku. Ia mengungkapkan bahwa Piala Dunia 2026 harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena setelah ini, Belgia kemungkinan akan memasuki fase transisi besar.
Laurens juga menyoroti masalah konsistensi permainan Belgia belakangan ini. Ia menilai tim asuhan Rudi Garcia kesulitan menguasai pertandingan dalam waktu lama, bahkan ketika menghadapi tim yang kualitasnya lebih rendah. Hal itu menjadi kekhawatiran menjelang turnamen.
Meski demikian, Laurens percaya bahwa Belgia tetap berpotensi memberi kejutan jika para pemain kunci berada dalam kondisi bugar. Kombinasi pengalaman senior dan kontribusi pemain muda menjadi modal penting bagi mereka.
Sosok Jeremy Doku disebut sebagai salah satu pemain yang dapat memberi warna baru bagi permainan Belgia. Dengan kecepatannya, ia mampu membuka ruang dan memberikan dimensi berbeda dalam serangan. Performa bagusnya di level klub menjadi sinyal positif jelang Piala Dunia.
Leandro Trossard yang tampil konsisten bersama Arsenal juga menjadi tambahan kekuatan penting. Kreativitas dan fleksibilitasnya di lini depan membuat Belgia memiliki lebih banyak opsi taktik. Kehadirannya dapat membantu meringankan beban para pemain senior.
Jika De Bruyne dan Lukaku kembali dalam kondisi terbaik, kombinasi mereka dengan Doku dan Trossard dapat menciptakan lini serang yang jauh lebih produktif. Hal inilah yang membuat Belgia tetap optimistis menghadapi Piala Dunia 2026.
Belgia berada di Grup G bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru. Meski secara kualitas Belgia menjadi favorit, mereka tetap harus waspada karena Mesir dengan Mohamed Salah mampu memberikan ancaman serius di fase grup.
Iran dikenal sebagai tim yang solid dan sulit ditembus, sehingga Belgia perlu tampil disiplin sejak awal pertandingan. Sementara Selandia Baru, meski berada di level berbeda, tetap tidak boleh diremehkan. Fokus dan konsistensi harus dijaga untuk menghindari kejutan.
Jika mampu mempertahankan ritme permainan dan menjaga kebugaran pemain inti, Belgia memiliki peluang besar melaju ke babak 32 besar. Piala Dunia 2026 bisa menjadi perjalanan terakhir yang ingin mereka akhiri dengan catatan positif. Ikuti terus berita dan analisis sepak bola terbaru lainnya hanya di ShotsGoal!