Competitions
Prediksi line up Timnas Indonesia menjadi menarik setelah PSSI resmi memproses naturalisasi Miliano Jonathans. Kehadiran winger FC Utrecht ini diharapkan dapat memperkuat skuad Garuda, khususnya di lini serang.
PSSI telah secara resmi memulai proses naturalisasi Miliano Jonathans, pemain yang berposisi sebagai penyerang di FC Utrecht. Konfirmasi mengenai dimulainya proses administrasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Erick Thohir menyerahkan dokumen terkait naturalisasi Miliano Jonathans kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo, pada hari Jumat, 15 Agustus 2025, di Kantor Kemenpora RI, Jakarta. Miliano Jonathans, yang berusia 21 tahun, memiliki darah keturunan Indonesia dari Depok, Jawa Barat.
Proses naturalisasi ini diharapkan dapat selesai sebelum Oktober 2025, menjelang pertandingan putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. PSSI mengambil langkah cepat ini sebagai persiapan serius untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, di mana Timnas Indonesia tergabung dalam Grup B bersama Arab Saudi dan Irak.
Kehadiran Miliano Jonathans diharapkan dapat meningkatkan daya gedor lini serang Timnas Indonesia yang disebut-sebut masih kurang tajam. Miliano Jonathans, yang bermain sebagai penyerang untuk FC Utrecht, telah masuk dalam radar PSSI sebagai solusi untuk lini depan skuad Garuda.
Musim lalu, saat masih memperkuat Vitesse Arnhem, ia mencatatkan 11 gol dan empat assist dari 38 penampilan, menunjukkan kualitasnya yang tidak perlu diragukan lagi. Pada musim ini, ia juga telah mencatatkan dua penampilan bersama tim utama FC Utrecht, termasuk di kompetisi Europa League (UEL) kontra FC Sheriff dan Servette.
Miliano Jonathans diproyeksikan untuk membela Timnas Indonesia pada putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang akan berlangsung di Arab Saudi pada 8-14 Oktober 2025.
Masuknya Miliano diharapkan dapat menambal krisis lini serang Timnas Indonesia, terutama karena Ole Romeny mengalami cedera parah saat laga pramusim yang mungkin mengharuskannya menjalani operasi.
Patrick Kluivert, pelatih berkebangsaan Belanda yang ditunjuk oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir setelah kepergian Shin Tae-yong pada awal Januari 2025, diprediksi akan membawa perubahan pada formasi Timnas Indonesia. Kluivert dikenal menyukai filosofi menyerang dalam sepak bola.
Ia cenderung menggunakan formasi 4-3-3 sebagai pakem utama, berbeda dengan skema 3 bek yang biasa digunakan oleh Shin Tae-yong. Formasi 4-3-3 ini telah dibuktikan dengan penggunaannya sebagai formasi andalan saat Patrick Kluivert terakhir melatih klub Turki, Adana Dermispor, pada tahun 2023.
Selain 4-3-3, Patrick Kluivert juga diprediksi bisa menggunakan sistem 4-2-3-1, terutama dengan kedatangan beberapa pemain baru. Pergantian formasi ini berpotensi mengubah posisi pemain seperti Sandy Walsh dan Calvin Verdonk, yang sebelumnya sering bermain sebagai LWB (Left Wing Back) dan RWB (Right Wing Back) atau LMF (Left Midfielder) dan RMF (Right Midfielder) di era Shin Tae-yong.