Competitions
Donald Trump resmi menerima FIFA Peace Prize pada malam undian Piala Dunia 2026 di John F. Kennedy Center, Washington DC. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelum proses drawing dimulai. Trump menerima medali emas, sertifikat, dan trofi berbentuk bola yang diangkat dua tangan, menyerupai trofi Piala Dunia.
Infantino menegaskan bahwa momen tersebut menggambarkan semangat persatuan yang ingin diusung FIFA. Ia menyebut Trump sebagai sosok yang layak menerima penghargaan perdamaian pertama tersebut. Menurutnya, tindakan dan pencapaian Trump di panggung internasional telah berkontribusi pada stabilitas global. FIFA juga merilis video khusus yang menampilkan klaim-klaim pencapaian Trump dalam mendorong perdamaian dunia.
Dalam video itu, Trump digambarkan berhasil mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hamas, serta mendukung proses diplomatik yang memungkinkan kondisi damai berkembang. Bahkan FIFA menyoroti perannya dalam Perjanjian Abraham, yang disebut membawa kemajuan signifikan di Timur Tengah.
FIFA mengaitkan sejumlah peristiwa global dengan kepemimpinan Trump, termasuk perdamaian di kawasan konflik seperti Kongo-Rwanda, Kamboja-Thailand, hingga Armenia-Azerbaijan. Mereka juga menyebut Trump berperan dalam memfasilitasi Rencana Perdamaian Gaza yang dinilai membantu menciptakan stabilitas antara Israel dan Hamas.
Tak hanya itu, FIFA mengklaim Trump masih aktif berupaya mendorong penyelesaian konflik antara Rusia dan Ukraina. Semua ini digambarkan sebagai bukti bahwa masa kepresidenan Trump diwarnai tindakan nyata untuk memajukan perdamaian dunia.
Pujian Infantino ini semakin menguatkan citra bahwa FIFA melihat Trump sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam diplomasi global. Namun, klaim-klaim tersebut juga memantik banyak pertanyaan dari publik internasional.
Sejak awal diperkenalkan, FIFA Peace Prize disebut banyak pihak hanya upaya FIFA untuk mengapresiasi Trump setelah ia gagal meraih Nobel Perdamaian. Prosedur penilaiannya dinilai tidak transparan, dan sampai saat penghargaan diumumkan pun FIFA tidak menyebutkan adanya kandidat lain.
Kedekatan personal antara Infantino dan Trump dianggap menjadi faktor utama di balik penghargaan ini. Berulang kali Infantino memuji Trump sebagai pahlawan perdamaian, sehingga publik menilai hasilnya sudah dapat ditebak sejak awal.
Meski menuai kritik, penghargaan ini tetap menjadi sorotan besar menjelang Piala Dunia 2026. Di tengah kontroversi, Trump kini tercatat sebagai penerima pertama FIFA Peace Prize, sebuah gelar yang masih dipertanyakan banyak pihak terkait tujuan dan kredibilitasnya. Jika ingin melihat lebih banyak kisah inspiratif menarik lainnya, ikuti berita terlengkapnya hanya di ShotsGoal!