Competitions
Presiden Barcelona, Joan Laporta, baru-baru ini menyatakan dukungannya untuk format baru Liga Champions. Dia menyebut format baru ini justru meningkatkan level kompetisi dan memberikan tantangan baginya untuk membawa Barcelona menjadi Juara pada musim ini.
Paris Saint-Germain (PSG) menjadi klub pertama yang menjadi Juara Liga Champions dengan format baru setelah mengalahkan Inter 5-0 di laga Babak Final. Kemenangan dominan ini menegaskan kekuatan PSG di kancah Eropa. Sementara itu, Barcelona harus puas terhenti di Babak Semi-Final setelah dikalahkan oleh Inter dengan agregat 7-6.
Laporta mengapresiasi kesuksesan turnamen ini dan berharap Barcelona bisa bersaing lebih baik di musim depan. Dia percaya bahwa ekspansi ini akan memperkaya pengalaman bagi pemain dan penonton. "Kami bangga dengan pencapaian tim meski belum maksimal. Musim depan, kami akan berusaha lebih keras untuk meraih trofi ini," ujar Laporta.
Laporta memberikan pujian kepada Aleksandar Ceferin, Presiden UEFA, atas keberhasilannya menerapkan format baru Liga Champions. Menurut Laporta, Ceferin memahami dinamika sepak bola modern dan berhasil menciptakan turnamen yang lebih menarik.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Ceferin karena telah menghadirkan format yang meningkatkan kualitas kompetisi. Dia adalah sosok yang paham sepak bola dan ingin memberikan yang terbaik bagi penggemar," kata Laporta.
Laporta pun juga berharap bisa menyaksikan lebih banyak laga seru, seperti Barcelona melawan PSG, baik secara langsung maupun melalui siaran televisi. Ia optimis bahwa format baru ini akan memberikan kesempatan lebih besar bagi klub untuk bersaing di level tertinggi.
Liga Champions 2025-2026 akan segera dimulai dengan pengundian Fase Liga pada 28 Agustus mendatang. Barcelona masuk dalam Pot Satu, bersama PSG dan klub-klub elite lainnya. Posisi ini memberikan keuntungan tersendiri karena meminimalkan kemungkinan bertemu tim kuat di fase awal.
Dengan format baru yang menawarkan lebih banyak pertandingan, Barcelona berpeluang besar untuk tampil lebih konsisten. Namun, manajemen tim juga harus mempertimbangkan manajemen pemain agar tidak mengalami kelelahan fisik di tengah musim yang padat.
Tentunya kita semua sudah tidak sabar melihat performa Barcelona pada Liga Champions musim 2025-2026 ini. Jangan lewatkan berita dan update terbaru seputar sepak bola lainnya di ShotsGoal!