Competitions
Paris Saint-Germain (PSG) tampil luar biasa saat menundukkan Real Madrid 4-0 dalam semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA yang digelar di Stadion MetLife, Amerika Serikat. Pertandingan ini benar-benar dikuasai PSG sejak menit awal, dengan tiga gol tercipta hanya dalam 24 menit pertama.
Fabian Ruiz membuka pesta gol di menit keenam setelah memanfaatkan kesalahan dari Raul Asencio. Tiga menit berselang, Ousmane Dembele menambah keunggulan lewat penyelesaian dingin usai blunder Antonio Rudiger.
Gol ketiga datang dari kerja sama apik antara Ruiz, Hakimi, dan Dembele yang diselesaikan kembali oleh Ruiz. Tak berhenti di situ, Goncalo Ramos mempertegas dominasi PSG dengan gol keempat yang menutup pertandingan.
Tim asuhan Luis Enrique benar-benar menunjukkan kelasnya. Dengan permainan cepat, pressing tinggi, dan serangan yang mengalir lancar, PSG membuat Real Madrid tak berkutik. Kemenangan ini semakin memperkuat reputasi PSG setelah sebelumnya membantai Inter Milan 5-0 di final Liga Champions dan mengalahkan tim-tim besar Eropa seperti Bayern Munich dan Atletico Madrid.
Sebaliknya, Real Madrid tampak kehilangan arah. Meski musim ini mereka diperkuat Kylian Mbappe yang justru menjadi penonton di laga ini mereka gagal menunjukkan kualitas. Mbappe memang mencatat 48 kontribusi gol musim ini, namun Madrid tetap gagal meraih satu pun trofi.
Kepergian Mbappe ke Madrid justru membawa berkah bagi PSG. Mereka tampil lebih kompak, solid, dan tak bergantung pada satu bintang. Sebaliknya, Madrid yang mendatangkan Mbappe justru gagal menyatu sebagai tim.
Lini tengah yang biasanya kreatif tampak tumpul, dan strategi permainan mereka terlihat lamban dibandingkan agresivitas PSG. Salah satu momen yang menyoroti ketimpangan itu adalah ketika Thibaut Courtois melakukan pelanggaran terhadap Dembele yang seharusnya berbuah penalti.
Sayangnya, wasit membiarkan permainan terus berlanjut. Kekalahan ini juga menjadi perpisahan pahit bagi Luka Modric, yang memainkan laga terakhirnya bersama Madrid setelah 597 penampilan.
PSG saat ini sedang dalam performa terbaiknya, dengan catatan lima clean sheet beruntun di fase knockout dan agregat gol 18-0. Sementara itu, Madrid mencatat sejarah buruk dengan kebobolan tiga gol dalam 25 menit pertama, hal yang terakhir kali terjadi pada 2003.
Di partai final, PSG akan menghadapi Chelsea pada Minggu mendatang di New Jersey. Setelah itu, mereka akan melawan Tottenham di ajang Piala Super UEFA pada 13 Agustus. Madrid sendiri baru akan kembali berlaga di La Liga menghadapi Osasuna pada 19 Agustus.
Dengan performa seimpresif ini, PSG menjadi favorit kuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub. Bagi penggemar bola, jangan lewatkan update menarik lainnya dengan terus mengikuti ShotsGoal untuk kabar terbaru seputar dunia olahraga!