Competitions
PSG berhasil merengkuh trofi Piala Super UEFA 2025 secara dramatis. Nyaris kalah melawan Tottenham Hotspur, PSG menang 4-3 dalam drama Adu Penalti.
Tottenham Hotspur memulai pertandingan dengan intensitas tinggi dan berhasil menekan PSG sejak menit awal. Peluang pertama datang dari Richarlison Andrade, yang tembakannya berhasil ditepis kiper PSG, Lucas Chevalier. Mohammed Kudus juga nyaris mencetak gol, namun upayanya digagalkan oleh blok penting Marquinhos.
Namun Spurs akhirnya mencetak gol pertama di menit ke-39 melalui situasi bola mati. Sundulan Cristian Romero memicu keributan di kotak penalti, dan Micky van de Ven memanfaatkan bola rebound untuk membuka keunggulan. Tottenham Hotspur hampir menggandakan skor menjelang turun minum, tetapi tendangan Kudus hanya menghantam tiang gawang.
Tetapi di Babak Kedua, Spurs memperbesar keunggulan dengan cepat, tepatnya di menit ke-48. Romero kembali berperan, kali ini sebagai pencetak gol, usai mampu menyundul tendangan bebas Pedro Porro. Keunggulan 0-2 ini membuat Tottenham Hotspur mulai bermain lebih bertahan, sesuatu yang akan disesali mereka di akhir laga nanti.
Usai gol tersebut, PSG mulai bangkit dan menciptakan sejumlah peluang melalui Ousmane Dembele dan Kevin Danso, meski belum mampu membobol gawang Guglielmo Vicario. Memasuki menit-menit akhir, PSG meningkatkan tekanan dan akhirnya mencetak gol pertama melalui Lee Kang-in. Tembakan akurat pemain asal Korea Selatan itu menggetarkan jala gawang Tottenham Hotspur di menit ke-85. Spurs pun kesulitan mempertahankan permainan, sementara PSG terus menyerang untuk menyamakan kedudukan.
Di masa tambahan waktu, Goncalo Ramos menjadi pahlawan PSG dengan menyundul umpan silang Achraf Hakimi ke gawang Tottenham Hotspur. Gol ini memaksa pertandingan dilanjutkan ke Adu Penalti. Momentum PSG terus berlanjut, sementara Spurs terlihat kelelahan secara mental setelah kehilangan keunggulan dua gol. Adu Penalti berlangsung sengit, dengan kegagalan Vitinha di tendangan pertama sempat memberikan keuntungan bagi Tottenham Hotspur. Namun, van de Ven dan Mathys Tel gagal mengeksekusi dengan baik, sehingga PSG akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Tottenham Hotspur, yang gagal mempertahankan keunggulan meski sempat mendominasi permainan. Pelatih baru mereka, Thomas Frank, harus mengevaluasi ketahanan tim di menit-menit krusial. Namun, penampilan Romero sebagai kapten baru patut diapresiasi.
Di sisi lain, PSG membuktikan karakter juara mereka dengan bangkit di saat kritis. Luis Enrique berhasil memanfaatkan kedalaman skuad, terutama lewat kontribusi pemain pengganti seperti Lee dan Ramos. Trofi ini menjadi modal percaya diri bagi PSG menjelang musim baru.
Piala Super UEFA kali ini menghadirkan drama yang memukau, sekaligus menunjukkan betapa ketatnya persaingan di level tertinggi sepak bola Eropa. PSG layak menjadi Juara, sementara Tottenham Hotspur harus bangkit dari kekecewaan ini. Jangan lewatkan berita dan update terbaru seputar sepak bola lainnya di ShotsGoal!