Competitions
Romelu Lukaku dikenal luas bukan hanya sebagai striker tajam, tetapi juga sebagai sosok yang mampu menguasai delapan bahasa. Kemampuannya ini bukan muncul begitu saja, melainkan berawal dari kebiasaan sejak kecil. Tumbuh di Belgia, Lukaku sehari-hari menggunakan bahasa Prancis, sekaligus akrab dengan bahasa Belanda dan Flemish yang banyak dipakai masyarakat di wilayah utara Belgia.
Sejak dini, ia sudah terbiasa mendengar berbagai bahasa, sehingga memudahkan dirinya untuk mempelajari bahasa baru ketika tumbuh dewasa. Selama masa sekolah dan pergaulan, paparan beragam bahasa membuatnya tertarik untuk terus mendalami dunia linguistik.
Kecintaan Lukaku terhadap bahasa menjadi pondasi kuat yang membentuk kemampuan multilingual-nya, sekaligus menjadi kelebihan yang jarang dimiliki pesepakbola lain di level internasional.
Perjalanan karier yang membawanya ke berbagai negara membuat Lukaku 'dipaksa' untuk belajar bahasa baru demi beradaptasi. Bahasa Inggris ia pelajari sejak remaja, disusul bahasa Jerman, Spanyol, dan Portugis untuk memudahkan komunikasi dengan rekan setim dari beragam latar belakang.
Ketika pindah ke Inter Milan pada 2019, bahasa Italia menjadi bahasa terakhir yang ia pelajari secara serius. Keputusannya mempelajari bahasa baru bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga bentuk respek terhadap budaya klub dan negara yang ia bela.
Kini, di usia 32 tahun dan masih terikat kontrak di Napoli hingga 2027, Lukaku dikenal sebagai salah satu pemain dengan kemampuan bahasa terbaik di dunia sepak bola modern.
Lukaku pernah menjelaskan bahwa kemampuan bahasa memberinya keuntungan besar dalam memahami taktik dan membangun koneksi dengan rekan setim. Ia ingin setiap pergerakannya, mulai dari meminta bola, memberi isyarat posisi, hingga mengatur tempo serangan, bisa tersampaikan dengan jelas.
Komunikasi yang tepat menjadi kunci perannya sebagai penyerang, dan kemampuan ini membuatnya lebih mudah berbaur di berbagai klub Eropa. Hal ini juga membantu menciptakan keharmonisan dalam tim.
Selain bahasa-bahasa Eropa, Lukaku juga dikabarkan mempelajari bahasa Lingala, bahasa dari Republik Kongo, tanah kelahiran ayahnya, sebagai upaya menjaga kedekatan dengan akar budaya keluarganya. Jika ingin melihat lebih banyak kisah inspiratif dari dunia sepak bola, ikuti berita terlengkapnya hanya di ShotsGoal!