Competitions
Pemain Barcelona, Raphinha, marah besar ke Disneyland Paris. Penyebabnya, anaknya mendapat perlakuan rasisme dari salah satu staf Disneyland.
Dalam unggahan Instagramnya yang viral, Raphinha menuduh pihak Disneyland melakukan tindakan rasis terhadap putranya, Gael. Insiden ini terjadi saat Raphinha sedang membela Brasil di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan.
Menurut pengakuannya, Gael berkali-kali meminta pelukan dari karakter maskot Disneyland namun selalu diabaikan. Yang membuatnya sakit hati, maskot tersebut terlihat memeluk anak-anak lain yang berkulit putih. Padahal, Gael menunjukkan antusiasme yang sama seperti anak-anak lainnya yang berhasil mendapat perhatian dari maskot. Bahkan ketika seorang pria dewasa mencoba membantu Gael untuk mendapat pelukan, sang maskot tetap berpura-pura tidak melihat dan pergi begitu saja. Ekspresi kecewa dan kebingungan terlihat jelas di wajah Gael yang masih belia.
Raphinha dengan tegas menyebut karyawan Disneyland tersebut menjijikkan, karena dianggap membedakan perlakuan berdasarkan warna kulit. Ia menekankan bahwa tempat seperti Disneyland seharusnya menjadi sumber kebahagiaan untuk semua anak tanpa terkecuali.
Disneyland Paris sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuduhan tersebut. Namun, unggahan Raphinha telah menyebar luas dan mendapat dukungan dari banyak pihak. Banyak netizen yang mengutuk tindakan diskriminatif dan mendukung perjuangan Raphinha.
Insiden ini terjadi di saat Raphinha sedang tidak bisa mendampingi anaknya karena harus membela Brasil. Ia baru saja membantu kemenangan 2-0 atas Cile dan masih harus menghadapi Bolivia pada 10 September. Jarak yang jauh membuatnya semakin frustasi tidak bisa langsung menghadapi situasi ini.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kesadaran anti-rasisme di semua lapisan masyarakat. Tempat hiburan keluarga seperti Disneyland seharusnya menjadi contoh dalam menerapkan kesetaraan dan perlakuan yang adil untuk semua pengunjung.
Bagi Raphinha, ini bukan sekadar masalah pribadi tetapi menjadi perjuangan melawan rasisme yang masih terjadi di berbagai belahan dunia. Dukungan yang ia terima menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar dan tidak akan diam terhadap praktik diskriminasi. Jangan lewatkan berita dan update terbaru seputar sepak bola lainnya di ShotsGoal!