Competitions
Miralem Pjanic resmi memutuskan pensiun dari sepak bola profesional pada usia 35 tahun. Keputusan ini datang setelah beberapa bulan spekulasi mengenai masa depannya, termasuk rumor bahwa ia akan kembali ke Juventus. Absennya Pjanic dari klub sejak akhir musim 2024-2025 memang menimbulkan banyak pertanyaan, namun laporan terbaru memastikan bahwa sang gelandang telah memilih untuk mengakhiri kariernya.
Laporan dari TMW menyebutkan bahwa keputusan pensiun Pjanic sudah final dan tidak terkait dengan rumor kembalinya ke Juventus. Isu tersebut muncul karena ia sempat terlihat berada di pusat latihan Juventus, namun kedatangannya ternyata hanya untuk bertemu rekan-rekan lamanya.
Pjanic kini disibukkan dengan langkah baru menuju dunia manajemen pemain. Ia dikabarkan sedang mempersiapkan diri untuk menjadi agen sepak bola, sebuah profesi yang mengharuskan pemahaman mendalam tentang negosiasi, kontrak, dan perkembangan karier pemain.
Transisi ini dianggap alami dan relevan, mengingat luasnya pengalaman serta koneksi yang ia punya di dunia sepak bola. Banyak pihak percaya bahwa Pjanic bisa menjadi sosok penting dalam membantu talenta muda berkembang dan menemukan jalur karier yang tepat.
Karier profesional Pjanic terakhir tercatat saat ia memperkuat CSKA Moscow pada musim 2024-2025. Setelah kontraknya berakhir, ia belum bergabung dengan klub mana pun. Situasi ini turut memperkuat dugaan bahwa sang gelandang memang tengah mempertimbangkan pensiun.
Sepanjang perjalanan kariernya, Pjanic berhasil mencatat total 780 penampilan di level klub dan tim nasional. Dari jumlah tersebut, 665 pertandingan ia jalani bersama berbagai klub seperti Lyon, Roma, Juventus, Barcelona, dan Besiktas.
Dengan jumlah pertandingan sebanyak itu, Pjanic dianggap sebagai salah satu gelandang paling konsisten di Eropa dalam satu dekade terakhir. Ia meninggalkan jejak penting, baik dalam kompetisi domestik maupun internasional, yang sulit dilupakan oleh para penggemar.
Warisan Pjanic sebagai gelandang kreatif dan pekerja keras akan selalu diingat di Serie A, terutama oleh para penggemar Roma dan Juventus. Keputusannya pensiun menandai berakhirnya era seorang maestro lini tengah yang selama bertahun-tahun memberi warna pada kompetisi Eropa. Jika ingin melihat lebih banyak kisah inspiratif dari dunia olahraga, ikuti berita terlengkapnya hanya di ShotsGoal!