Competitions
Lamine Yamal baru-baru ini gagal meraih Ballon d'Or 2025. Legenda Barcelona, Rivaldo, yang pernah memenangkan trofi individual ini pada tahun 1999, berbagi resep rahasia untuk memenangkan Ballon d'Or. Menurutnya, kunci utama untuk memenangkan Ballon d'Or terletak pada kontribusi gol dan asis yang lebih konsisten.
Rivaldo menekankan bahwa gaya permainan indah saja tidak cukup untuk memenangkan Ballon d'Or. Yamal perlu meningkatkan statistik gol dan asis miliknya secara signifikan. Inilah yang menjadi pembeda antara pemain hebat dan pemain legendaris. Kontribusi angka yang tinggi akan membuat penampilannya lebih diperhatikan dalam pemungutan suara.
Rivaldo optimistis Yamal bisa meraihnya di masa depan. "Saya yakin dia akan lebih menonjol musim ini dibanding musim lalu," ujarnya. Keyakinan ini menjadi motivasi berharga bagi Yamal untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa dirinya layak menjadi penerus tradisi barcelona dalam meraih Ballon d'Or.
Dia harus bisa menggabungkan permainan indah dengan produktivitas tinggi di depan gawang. Jika berhasil melakukannya secara konsisten, peluangnya untuk meraih Ballon d'Or akan semakin terbuka lebar. Inilah tantangan terbesar yang harus dihadapinya di musim-musim mendatang.
Salah satu faktor penghambat utama pemain Barcelona dalam perburuan Ballon d'Or adalah prestasi tim di Liga Champions. Rivaldo dengan tegas menyatakan bahwa kegagalan Barcelona mencapai Final musim lalu sangat merugikan Yamal dan Raphinha. Prestasi klub di level Eropa menjadi pertimbangan penting dalam pemungutan suara.
Kemenangan Ousmane Dembele dalam Ballon d'Or tidak lepas dari kontribusinya membawa timnya menjadi Juara Liga Champions. Hal ini membuktikan bahwa performa individu harus didukung oleh kesuksesan tim. Barcelona perlu tampil lebih baik di Liga Champions agar pemainnya memiliki peluang lebih besar meraih penghargaan individu.
Yamal menyadari bahwa usahanya harus sejalan dengan kesuksesan Barcelona. Kemenangan trofi, terutama di level Eropa, akan sangat meningkatkan peluangnya dalam perebutan Ballon d'Or. Kerja sama yang solid dengan rekan-rekan setimnya menjadi kunci kesuksesan ganda: untuk dirinya sendiri dan untuk klub.
Rivaldo juga menyoroti nasib Pedri yang hanya finis di peringkat ke-11. Menurutnya, gelandang muda itu layak masuk dalam 10 besar mengingat konsistensi permainannya yang tinggi. Hal ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan Ballon d'Or dan betapa sulitnya bagi pemain muda untuk langsung menembus puncak.
Pesan Rivaldo untuk Pedri sama dengan untuk Yamal: terus bekerja keras dan konsisten. Meski kontroversial, Ballon d'Or tetap menjadi penghargaan yang diidamkan setiap pemain. Setiap pemain memiliki jalan yang berbeda untuk meraihnya, dan yang terpenting adalah tetap fokus pada pengembangan diri.
Dengan memiliki dua talenta muda seperti Lamine Yamal dan Pedri, Barcelona sebenarnya memiliki modal berharga untuk mendominasi Ballon d'Or di masa depan. Namun, semuanya kembali kepada kerja keras mereka dan kemampuan klub untuk mendukung pengembangan karier mereka. Jika semua elemen bersatu, bukan tidak mungkin Barcelona akan kembali melahirkan pemenang Ballon d'Or berikutnya. Ikuti terus kelanjutan beritanya secara lengkap hanya di ShotsGoal!