Competitions
Roberto Firmino mengungkapkan bahwa dirinya sempat dua kali mendapat tawaran dari Real Madrid, namun tak satupun berujung kesepakatan. Dalam wawancara bersama TNT Sports Brasil, Firmino menyebut tawaran pertama datang pada tahun 2023, tepat setelah kontraknya bersama Liverpool berakhir.
Meski sempat ada komunikasi yang cukup intens, Real Madrid kala itu tidak menempatkan Firmino sebagai prioritas utama. Ia pun merasa tak perlu menunggu terlalu lama tanpa kepastian. "Saya bukan pilihan pertama atau kedua, jadi saya harus menunggu. Bukannya saya tidak sabar, tapi saya harus realistis," ujar Firmino.
Ketika tawaran dari Al Ahli datang dengan prospek yang jelas dan finansial yang menarik, striker asal Brasil itu memutuskan untuk menerima. Ia merasa keputusan itu merupakan hasil dari doa dan pertimbangan matang demi melanjutkan karier dengan tenang.
Tahun 2025 menjadi momen kedua Firmino mendapat sinyal dari Real Madrid. Namun lagi-lagi, takdir berkata lain. Ia menyebut bahwa ketertarikan Los Blancos kali ini tidak berujung konkret, terlebih Madrid sudah memiliki deretan penyerang top seperti Kylian Mbappe.
Situasi tersebut membuat Firmino kembali berpikir realistis. Ia menilai dirinya tak akan mendapat menit bermain yang cukup jika bergabung dengan klub sebesar Madrid yang selalu memiliki kedalaman skuad luar biasa. "Akan jadi kebanggaan besar bermain di sana, tapi saya juga harus tahu kapan waktu yang tepat," katanya.
Akhirnya, Firmino memilih untuk tetap fokus bersama klubnya saat ini ketimbang memaksakan diri ke Eropa. Baginya, kesempatan datang bukan sekadar soal nama besar, tapi juga soal peran dan kebahagiaan bermain.
Sejak meninggalkan Liverpool, Firmino menikmati babak baru kariernya di Timur Tengah. Setelah sukses menjuarai Liga Champions Asia bersama Al Ahli, ia kini memperkuat klub Al Sadd di Qatar. Di usia 34 tahun, Firmino masih menunjukkan performa konsisten dan menjadi panutan bagi pemain muda.
Pengalaman bermain di berbagai level kompetisi membuatnya tetap tenang menghadapi setiap keputusan. Ia mengaku tak menyesal, meski Real Madrid sempat datang mengetuk dua kali. "Saya percaya semua sudah diatur dengan baik. Saya bersyukur dengan perjalanan yang saya punya," ujarnya.
Bagi Firmino, kebahagiaan bermain dan kepercayaan diri jauh lebih penting dibandingkan sekadar popularitas klub. Meski tak pernah berseragam putih Los Blancos, namanya tetap dikenang sebagai salah satu striker cerdas yang sukses di Eropa dan Asia.
Real Madrid dikenal sering mendekati pemain berkelas dunia, namun tidak semua kisah berakhir di Santiago Bernabeu. Firmino adalah salah satu contohnya. Dua kali kesempatan datang, dua kali pula gagal bersatu. Namun kisah ini tak menimbulkan kekecewaan mendalam.
Firmino tetap menghormati Madrid sebagai klub impian banyak pemain. Ia menyebut Los Blancos sebagai "klub besar yang selalu menjadi inspirasi." Meski tak pernah berseragam putih, Firmino menegaskan bahwa dirinya bangga dengan perjalanan kariernya sendiri.
Pada akhirnya, Firmino dan Real Madrid mungkin memang tidak berjodoh. Namun kisah ini memperlihatkan bahwa dalam sepak bola, karier gemilang tak selalu ditentukan oleh seragam yang dikenakan, melainkan oleh semangat, konsistensi, dan ketulusan dalam bermain.
Simak terus berita dan analisis sepak bola terbaru hanya di ShotsGoal!