Competitions
Manchester United menjalani awal musim 2025-2026 dengan performa yang naik turun. Setelah terseok di sejumlah pertandingan, klub asuhan Ruben Amorim perlahan menemukan ritme yang lebih baik. Tiga kemenangan beruntun atas Sunderland, Liverpool, dan Brighton sempat memberikan optimisme bagi para pendukung Setan Merah. Namun, hasil imbang 2-2 melawan Nottingham Forest kembali menciptakan tanda tanya besar mengenai konsistensi tim. Hingga kini, United mengumpulkan 17 poin dari 10 pertandingan dan duduk di peringkat kedelapan. Perkembangan ini menjadi sinyal positif, tetapi juga mengingatkan bahwa masalah mendasar belum sepenuhnya teratasi.
Cristiano Ronaldo, sosok ikonik bagi Manchester United, kembali melontarkan kritik tajam kepada mantan klubnya. Ia menilai klub belum berada di jalur yang benar untuk kembali menjadi raksasa Benua Biru.
Menurutnya, masalah utama tidak bisa hanya dibebankan kepada pelatih maupun pemain. Saat ini, pemilik mayoritas Manchester United masih keluarga Glazer, sementara operasional sepak bola dikendalikan Sir Jim Ratcliffe dan INEOS. Banyak yang berharap perubahan struktur ini membawa angin segar, tetapi Ronaldo menilai hasilnya belum terlihat nyata.
Ia menegaskan bahwa arah kebijakan klub harus berubah total. Baginya, cinta pada Manchester United tidak membuatnya menutup mata dari kondisi aktual klub butuh transformasi menyeluruh, terutama di level manajemen.
Komentar pedas ini bukan pertama kalinya diucapkan Ronaldo. Pada 2022 silam, ia juga menyoroti kurangnya profesionalisme di tubuh klub. Wawancaranya bersama Piers Morgan saat itu menjadi kontroversi besar yang berujung pada perpisahannya dengan United. Ronaldo mengungkapkan bahwa fasilitas dan metode pelatihan klub tertinggal jauh dibanding raksasa Eropa lainnya
Ia bahkan menyebut perkembangan klub adalah nol sejak kepergian Sir Alex Ferguson. Perkataan itu mencerminkan rasa kecewa yang masih ia rasakan hingga kini. Meski menuai kritik, banyak fans percaya pernyataan Ronaldo bukan tanpa alasan. Ia tahu standar juara seperti apa yang seharusnya dimiliki klub setingkat Manchester United.
United kini berada di persimpangan jalan. Skuad yang mulai membaik dan pelatih yang berpotensi menjanjikan belum cukup mengembalikan kejayaan klub jika fondasi struktural masih rapuh. Ronaldo hanya mengingatkan bahwa perubahan harus dilakukan dari atas.
Transformasi besar mungkin butuh waktu panjang, tapi kesabaran fans semakin menipis. Mereka tidak ingin klub hanya menjadi nama besar tanpa kekuatan nyata di lapangan. Konsistensi harus dibangun dari kebijakan yang tepat dan visi jangka panjang yang jelas. Suara Ronaldo mungkin terdengar keras, tetapi itu adalah alarm bagi klub. Jika Manchester United ingin kembali menjadi juara dan disegani, masalah manajemen tak boleh lagi diabaikan. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!