Competitions
Benjamin Sesko tengah menghadapi masa sulit di Manchester United setelah produktivitas golnya menurun drastis. Sejak didatangkan dari RB Leipzig pada musim panas lalu, penyerang muda asal Slovenia itu baru mencetak dua gol dari 11 pertandingan di Premier League. Empat laga terakhir pun dilewatinya tanpa mencetak gol, membuat publik mulai mempertanyakan rasa percaya dirinya.
Namun, manajer Manchester United, Ruben Amorim, menilai penurunan performa tersebut merupakan hal yang wajar bagi seorang striker muda. Ia menegaskan bahwa Sesko masih memiliki potensi besar dan hanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan intensitas dan tekanan kompetisi Liga Inggris yang tinggi. Amorim yakin kemampuan Sesko akan kembali muncul seiring berjalannya waktu.
Menurut Amorim, setiap penyerang pasti mengalami periode sulit. "Itu normal: kadang striker tidak mencetak gol selama beberapa pertandingan, lalu tiba-tiba bisa mencetak dua gol beruntun," ujarnya. Oleh karena itu, kepercayaan diri Sesko bukanlah hal yang membuatnya khawatir saat ini.
Yang paling membuat Ruben Amorim resah justru adalah cedera lutut yang dialami Sesko. Dalam laga melawan Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (8/11/2025), Sesko masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-58, namun terpaksa meninggalkan lapangan sebelum laga berakhir karena mengalami cedera.
Sayangnya, Amorim tidak dapat menggantinya karena semua jatah pergantian pemain sudah digunakan. Situasi ini membuat Manchester United harus bermain dengan sepuluh pemain di sisa waktu pertandingan yang akhirnya berakhir imbang 2-2. Cedera itu pun menjadi perhatian utama sang pelatih.
"Saya lebih khawatir soal lututnya. Kami belum tahu seberapa parah cedera itu, tapi kami butuh Ben untuk membuat tim ini lebih kuat," ungkap Amorim kepada Sky Sports.
Cedera Sesko bisa menjadi pukulan berat bagi Manchester United yang sedang berusaha memperbaiki posisi di klasemen Premier League. Kehilangan satu striker membuat Amorim memiliki pilihan terbatas di lini depan, terutama karena jadwal pertandingan yang padat menjelang akhir tahun.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Amorim sering melakukan rotasi di sektor penyerang untuk menjaga kebugaran pemain. Dengan absennya Sesko, beban mencetak gol kemungkinan akan kembali ditumpukan kepada Rasmus Hojlund dan Marcus Rashford.
Selain itu, Amorim juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan tim. Ia tidak ingin kehilangan pemain lagi karena cedera, terutama di posisi krusial seperti penyerang.
Meskipun hasil pemeriksaan cedera belum diumumkan, Amorim berharap Sesko tidak mengalami cedera serius. Pemain berusia 22 tahun itu masih menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Manchester United, terutama karena potensinya yang besar di lini serang.
Tim medis klub kini fokus memantau kondisi Sesko agar bisa segera pulih dan kembali berlatih bersama tim. Jika pemulihannya berjalan cepat, ia diperkirakan bisa tampil kembali sebelum akhir bulan.
"Ben adalah pemain muda dengan semangat besar. Kami akan memberikan waktu dan dukungan agar dia bisa kembali lebih kuat," kata Amorim. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi fisik Sesko, bukan mempermasalahkan kepercayaan dirinya.
Simak terus berita sepak bola terbaru lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!