Competitions
Selangor FC didenda AFC terkait laga melawan Persib Bandung di Liga Champions Asia 2 beberapa waktu lalu. Gara-gara apa? Melansir Harian Metro, AFC menjatuhkan hukuman denda ke Selangor terkait laga melawan Persib Bandung di ACL 2, 23 Oktober lalu. Gara-garanya tuan rumah sempat menunda laga.
Momen itu terjadi di babak kedua. AFC menghukum Selangor karena menunda kick-off babak kedua selama 1 menit 20 detik di Stadion Petaling Jaya. Penundaan ini dinilai melanggar regulasi kompetisi yang ditetapkan oleh AFC.
Selangor dihukum denda sebesar 1.250 dolar AS atau 5.195 ringgit Malaysia, atau sekitar Rp 20,9 juta. Selangor diberi waktu 30 hari untuk membayarnya. Jumlah denda ini cukup signifikan meski bukan termasuk yang terbesar dalam sejarah kompetisi AFC.
Laga Selangor vs Persib di Petaling Jaya bulan lalu berlangsung panas. Tuan rumah kalah dramatis 2-3, yang membuat Gergasi Merah tersingkir dari ACL 2. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Selangor yang sudah bermain di depan pendukung sendiri.
Selangor jadi juru kunci dengan nirpoin dari 4 laga, sementara Persib memuncaki klasemen Grup G dengan 10 poin. Wakil Indonesia kini di ambang kelolosan ke babak berikutnya. Performa buruk Selangor ini kontras dengan kesuksesan Persib di grup yang sama.
Kekalahan dari Persib juga sempat membuat Selangor pusing dari penggemarnya. Pendukungnya sempat mengamuk dan protes, sampai masuk ke lapangan hingga ke lorong stadion. Reaksi pendukung ini menunjukkan betapa kecewanya mereka dengan performa tim.
Insiden penundaan kick-off babak kedua ternyata bukan satu-satunya masalah yang dihadapi Selangor. Kekalahan dramatis dari Persib memicu reaksi keras dari pendukung setempat. Aksi protes berlangsung cukup serius hingga membuat suasana menjadi tebal.
Pendukung Selangor tidak hanya memprotes dari tribun, tetapi ada juga yang berusaha masuk ke lapangan dan area dalam stadion. Kejadian ini tentu menambah daftar masalah yang harus dihadapi manajemen klub setelah kekalahan dan denda dari AFC.
Meski aksi protes akhirnya bisa dikendalikan, insiden ini meninggalkan catatan buruk bagi Selangor. Klub harus mengevaluasi tidak hanya performa tim di lapangan, tetapi juga masalah keamanan dan hubungan dengan pendukung mereka.
Denda dari AFC dan kekalahan dari Persib menjadi pelajaran berharga bagi Selangor. Klub asal Malaysia ini harus melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki performa di kompetisi internasional. Kedisiplinan dalam menjalani pertandingan menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi.
Dengan tersingkirnya Selangor dari ACL 2, fokus kini beralih ke kompetisi domestik. Tim harus bangkit dari keterpurukan dan memulihkan kepercayaan diri, sekaligus menjaga hubungan baik dengan pendukung yang selama ini setia mendukung.
Bagi Persib, kemenangan ini justru menjadi modal berharga menuju babak berikutnya. Sementara Selangor harus puas belajar dari kegagalan dan berbenah untuk tampil lebih baik di masa depan. Simak terus berita sepak bola terbaru lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!