Competitions
Mantan wasit Premier League, David Coote, baru-baru ini menjadi sorotan publik. Namun, dia mendapat sorotan bukan karena keputusan kontroversial di lapangan, melainkan karena kasus hukum serius yang menjeratnya. Pria berusia 43 tahun asal Nottingham ini ditangkap polisi atas dugaan membuat dan menyimpan konten pornografi anak. Kasus ini mengejutkan dunia sepakbola Inggris, terutama karena Coote dikenal sebagai salah satu wasit yang cukup berpengalaman di liga tertinggi.
Sebelum kasus ini mencuat, Coote sudah sempat menjadi perbincangan publik karena perilaku buruknya. Ia dicoret dari PGMOL (badan resmi wasit Inggris) setelah video dirinya menghina pelatih Liverpool, Juergen Klopp, viral di media sosial. Tak lama setelah itu, muncul pula foto dirinya tengah mengisap sabu saat bertugas di ajang Piala Eropa.
Reputasi Coote semakin anjlok setelah FA melakukan penyelidikan internal terhadap perilakunya. Dari ponsel dan perangkat digital miliknya, ditemukan bukti percakapan yang menunjukkan minat seksual terhadap anak-anak. Temuan itu langsung dilaporkan kepada kepolisian Nottinghamshire untuk penyelidikan lebih lanjut.
Penyelidikan polisi menghasilkan temuan yang lebih mengejutkan. Di rumah Coote, pihak berwenang menemukan sebuah hard drive eksternal yang berisi video tidak senonoh seorang remaja berusia 15 tahun. Bukti digital menunjukkan bahwa Coote menyalin video tersebut ke laptop pribadinya pada 2 Januari 2020, yang kemudian dijadikan dasar dakwaan resmi oleh pihak kepolisian. FA segera menangguhkan seluruh hubungan profesional dengan Coote setelah bukti-bukti tersebut dikonfirmasi. Selain itu, asosiasi juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memastikan kasus ini diselidiki secara transparan dan tuntas.
Pada 12 Agustus 2025, Coote secara resmi didakwa di pengadilan dan diberikan jaminan bersyarat hingga sidang berikutnya yang dijadwalkan pada 11 Desember. Hakim Nirmal Shant KC yang memimpin persidangan menegaskan bahwa kasus ini tergolong sangat serius dan belum ada jaminan bahwa Coote akan terbebas dari hukuman penjara.
Dalam pernyataannya, hakim menyebut bahwa laporan pra-putusan akan disusun untuk menentukan berat ringannya hukuman yang layak. "Anda tidak boleh beranggapan bahwa ini tidak akan berujung pada penahanan," tegas Nirmal Shant KC saat persidangan. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi publik figur dan pejabat olahraga agar menjaga integritas serta perilaku mereka, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Pada sidang lanjutan yang digelar 10 September 2025, Coote menyatakan dirinya tidak bersalah atas seluruh tuduhan. Ia hadir hanya untuk mengonfirmasi identitas dan mengajukan pembelaan melalui pengacaranya. Namun, publik dan media Inggris tampaknya sulit percaya dengan pengakuan tersebut, mengingat bukti digital yang ditemukan cukup kuat.
Jika terbukti bersalah, Coote terancam hukuman penjara maksimal lima tahun sesuai hukum pidana Inggris terkait pembuatan dan kepemilikan konten pornografi anak. Kasus ini bisa menjadi akhir kariernya di dunia sepak bola yang pernah membesarkan namanya.
Kini, mantan wasit Premier League itu tinggal menunggu vonis akhir dari pengadilan. Dari sosok yang dulu disegani di lapangan hijau, David Coote kini menjadi contoh nyata bagaimana karier cemerlang bisa runtuh karena tindakan yang tak bermoral. Simak terus kelanjutan berita ini secara lengkap hanya di ShotsGoal!