Competitions
Sporting CP langsung merasakan dampak kepergian Viktor Gyokeres setelah kalah 0-1 dari Benfica dalam laga Piala Super Portugal. Pertandingan yang digelar di Estadio Algarve pada Jumat (1/8/2025) dini hari WIB ini menjadi debut buruk Sporting tanpa sang striker andalan.
Satu-satunya gol dalam laga ini dicetak oleh Vangelis Pavlidis pada menit ke-50, memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Ini merupakan laga resmi pertama Sporting sejak melepas Gyokeres ke Arsenal dengan transfer senilai 63 juta Euro plus bonus.
Musim lalu, striker asal Swedia itu menjadi kunci kesuksesan Sporting dengan meraih gelar Liga Portugal dan Piala Portugal. Tanpa kehadirannya, lini depan Sporting terlihat kesulitan menciptakan peluang berbahaya meski mendominasi penguasaan bola.
Sporting menguasai 55% bola dan melepaskan 13 tembakan, tetapi hanya tiga yang mengarah ke gawang. Conrad Harder dan Luis Suarez, yang ditunjuk sebagai pengganti Gyokeres, belum mampu memberikan dampak signifikan. Sementara itu, Benfica justru lebih efektif dengan mengubah satu dari dua tembakan mereka menjadi gol kemenangan.
Dominasi penguasaan bola Sporting tidak diimbangi dengan ketajaman di lini depan. Tanpa Gyokeres, tim yang dijuluki Leoes ini kesulitan menembus pertahanan Benfica.
Pelatih Ruben Amorim tampaknya masih harus mencari formula terbaik untuk mengisi kekosongan peran Gyokeres, yang musim lalu mencetak 54 gol dalam 52 penampilan di semua kompetisi.
Benfica, di sisi lain, bermain lebih efisien dengan mengandalkan serangan balik. Gol Pavlidis menjadi bukti ketajaman tim asuhan Roger Schmidt dalam memanfaatkan kesempatan sempit. Kemenangan ini juga menjadi pembalasan atas kekalahan mereka dari Sporting di final Piala Portugal musim lalu.
Kekalahan ini menjadi peringatan bagi Sporting bahwa mereka masih sangat bergantung pada Gyokeres. Jika tidak segera menemukan solusi, performa tim bisa terus menurun di awal musim, terutama dalam persaingan sengit di Liga Portugal dan Liga Champions.
Viktor Gyokeres bukan hanya pencetak gol terbanyak Sporting musim lalu, tetapi juga pemain dengan kontribusi serangan paling konsisten. Kepergiannya ke Arsenal meninggalkan lubang besar yang belum bisa sepenuhnya terisi. Harder dan Suarez, meski memiliki bakat, belum menunjukkan kematangan sebagai pengganti yang andal.
Sporting sebenarnya telah mendatangkan beberapa pemain baru, tetapi adaptasi mereka masih membutuhkan waktu. Tanpa sosok penyerang yang memiliki fisik kuat dan naluri mencetak gol seperti Gyokeres, tim kesulitan menekan pertahanan lawan yang rapat. Hasilnya, Benfica mampu bertahan dengan solid dan memastikan kemenangan lewat satu serangan balik.
Manajemen Sporting harus segera mengambil langkah, baik dengan memaksimalkan pemain yang ada atau mencari penyerang baru sebelum jendela transfer ditutup. Jika tidak, target mempertahankan gelar Liga Portugal dan bersaing di Liga Champions bisa terancam.
Kekalahan dari Benfica menjadi tamparan keras bagi Sporting di awal musim. Meski hanya laga pemanasan, Piala Super Portugal seharusnya bisa menjadi momentum untuk membangun kepercayaan diri. Namun, hasil ini justru menunjukkan bahwa tim masih dalam proses penyesuaian pasca-kepergian Gyokeres.
Ruben Amorim perlu segera mengevaluasi taktik dan komposisi pemain, terutama di lini depan. Sporting akan menghadapi pertandingan-pertandingan penting dalam waktu dekat, termasuk laga-laga Liga Portugal dan fase grup Liga Champions. Tanpa perbaikan segera, tekanan bisa semakin besar pada tim dan pelatih.
Di sisi lain, Benfica tampak lebih siap menghadapi musim baru. Kemenangan ini bisa menjadi modal penting bagi mereka untuk bersaing merebut gelar Liga Portugal dari Sporting. Bagi Sporting, tantangan terbesar adalah membuktikan bahwa mereka tetap kompetitif meski tanpa Gyokeres.