Competitions
Sepak bola Turki baru-baru ini kembali dilanda skandal besar. Pada hari Senin waktu setempat (Selasa dini hari WIB), Turkish Football Federation (TFF) diketahui melangsungkan operasi tangkap tangan mengenai perjudian terhadap laga sepak bola Turki. Hasilnya, delapan orang, termasuk salah satunya ketua klub Liga Super Turki, tertangkap.
Menurut laporan dari Anadolu, yang merupakan media lokal Turki, ketua klub Liga Super Turki yang dimaksud bisa jadi adalah Murat Ozkaya. Ozkaya adalah ketua klub Eyupspor, yang saat ini duduk di peringkat ke-17 Liga Super Turki. Eyupspor sendiri belum memberikan pernyataan apapun mengenai dugaan penangkapan terhadap Ozkaya.
Hal ini mengganggu jadwal sepak bola Turki di kasta kedua dan ketiga. Laga-laga di dua kasta ini akan ditunda selama dua pekan. Pada hari Selasa siang waktu setempat (Selasa malam WIB), TFF disebut akan mengadakan pertemuan luar biasa untuk membahas mengenai hal ini.
Presiden TFF, Ibrahim Haciosmanoglu, menggambarkan situasi ini sebagai krisis moral terbesar dalam sepak bola Turki. Investigasi internal TFF sendiri mengungkapkan bahwa 371 dari 571 wasit profesional aktif di Liga Turki memiliki akun untuk berjudi secara daring. Lebih mengerikan lagi, 152 wasit tersebut secara aktif berjudi. Salah satu dari 152 wasit tersebut bahkan diketahui telah berjudi sebanyak 18.227 kali.
TFF sudah melakukan penangkapan-penangkapan seperti ini setidaknya sedari awal tahun. Imbasnya, banyak wasit dan pemain yang mendapatkan penangguhan untuk berkecimpung di dunia sepak bola.
Pada awal bulan ini saja, TFF sudah menangguhkan sekitar 149 wasit dan asisten wasit yang diketahui melakukan perjudian terhadap laga sepak bola Turki. Bukan cuma wasit, sebanyak 1.024 pemain juga ditangguhkan karena alasan yang sama. Mirisnya, 27 pemain tersebut berasal dari dua klub Istanbul, Galatasaray dan Besiktas, di mana Galatasaray merupakan Juara Bertahan dan saat ini memuncaki klasemen Liga Turki.
Hal ini sendiri membuat TFF membuka periode transfer spesial agar para klub bisa segera mencari pemain pengganti. "Negosiasi segera dilakukan dengan FIFA untuk memberikan masa transfer dan registrasi selama 15 hari, di luar masa transfer musim dingin 2025-2026, hanya di tingkat nasional, agar klub-klub dapat melengkapi kekurangan skuadnya," sebut TFF. FIFA sendiri diketahui belum memberikan pernyataan mengenai permintaan periode transfer spesial ini.
Apakah akan ada lebih banyak wasit dan/atau pemain sepak bola Turki yang terjerat dalam kasus ini? Kita tunggu perkembangan berita ini. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!